Pesona Budaya Nusantara, TK Negeri Pembina Mempura Meriahkan HUT RI ke-81

R24/lin
Pesona Budaya Nusantara, TK Negeri Pembina Mempura Meriahkan HUT RI ke-81
Pesona Budaya Nusantara, TK Negeri Pembina Mempura Meriahkan HUT RI ke-81

RIAU24.COM - SIAK — Sungguh manis si buah labu, labu terisi hai mutiara. Assalamu’alaikum bapak dan ibu, sambutlah salam dari TK Negeri Pembina Mempura.

Semangat kemerdekaan terasa begitu meriah melalui kreativitas dan keceriaan keluarga besar TK Negeri Pembina Mempura dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Pesona Budaya Nusantara dalam Semangat Kemerdekaan, Cinta Budaya Sejak Dini, Bukti Cinta pada Negeri”, TK Negeri Pembina Mempura menghadirkan pawai budaya yang mengangkat keberagaman Nusantara dalam semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.

TK Negeri Pembina Mempura yang berada di Jalan Padat Karya, Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, senantiasa berperan aktif dalam memajukan pendidikan anak usia dini. Keberagaman latar belakang budaya yang ada menjadi kekuatan bagi para pendidik untuk bersama-sama mengemban amanah dalam mempersiapkan generasi emas penerus bangsa.

Pawai budaya tersebut diikuti sebanyak 141 peserta, terdiri dari 90 siswa, 11 guru, dan 40 wali murid.

Koordinator Pawai Budaya TK Negeri Pembina Mempura, Fatimah Azzahara, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini.

“Melalui pawai budaya ini, kami ingin anak-anak mengenal bahwa Indonesia memiliki begitu banyak budaya yang berbeda. Perbedaan tersebut bukan untuk dipisahkan, tetapi justru menjadi kekayaan yang harus kita kenalkan, cintai, dan lestarikan sejak dini,” ujar Fatimah.

Menurutnya, pemilihan empat budaya, yakni Melayu, Jawa, Minang, dan Batak, juga menggambarkan keberagaman yang ada di lingkungan TK Negeri Pembina Mempura.

“Anak-anak belajar bahwa walaupun kita berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, kita tetap bisa berjalan bersama, bermain bersama, dan merayakan kemerdekaan bersama. Inilah semangat Bhinneka Tunggal Ika yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak,” tambahnya.

Pawai diawali dengan barisan budaya Melayu sebagai representasi budaya daerah tempat TK Negeri Pembina Mempura berpijak, yakni Bumi Melayu Siak.

Barisan Melayu menampilkan busana adat pengantin dan busana Melayu harian, tanjak, tepak sirih, tepung tawar, telur merah, kompang, serta berbagai ornamen khas Melayu.

Berikutnya hadir barisan budaya Jawa dengan keanggunan kebaya, batik, beskap, dan blangkon. Berbagai simbol budaya seperti gunungan, wayang, janur, dan tumpeng turut ditampilkan sebagai gambaran kekayaan seni dan tradisi Jawa.

Barisan selanjutnya menampilkan budaya Minang, dengan kemegahan busana adat, suntiang, dan junjuang sebagai bagian dari tradisi masyarakat Minangkabau.

Kemudian budaya Batak turut mewarnai pawai dengan pakaian adat, ulos, serta ikan arsik yang dikenal sebagai salah satu makanan khas Batak.

Semarak pawai kemudian dilanjutkan dengan barisan anak-anak yang mengenakan busana berbagai profesi. Penampilan tersebut menggambarkan cita-cita dan impian anak-anak untuk menjadi generasi yang memiliki masa depan cemerlang.

Kemeriahan pawai semakin terasa dengan keterlibatan para wali murid yang turut serta membersamai anak-anak sepanjang kegiatan. Mengenakan busana bernuansa merah putih, para wali murid berjalan bersama dan memberikan semangat serta dukungan kepada anak-anak.

Kehadiran 40 wali murid tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara sekolah dan keluarga. Orang tua tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menciptakan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam mengenal budaya dan merayakan kemerdekaan.

Kebersamaan guru, siswa, dan wali murid menjadikan pawai budaya semakin semarak, penuh keceriaan, kekompakan, dan semangat persatuan.

Sementara itu, Kepala TK Negeri Pembina Mempura, Nurleily, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, siswa, dan wali murid yang telah bersama-sama mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan pawai budaya tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat antusiasme anak-anak, guru, serta wali murid. Kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengenal budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan,” ujar Nurleily.

Ia menambahkan, keberagaman budaya yang ditampilkan menjadi pesan penting bagi anak-anak bahwa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Sejak usia dini, anak-anak perlu ditanamkan rasa cinta terhadap budaya dan tanah air. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, menghargai perbedaan, dan bangga menjadi anak Indonesia,” katanya.

Keempat budaya yang ditampilkan bukan sekadar menunjukkan perbedaan, melainkan menggambarkan bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa Indonesia.

Melalui pawai ini, anak-anak diajak mengenal, mencintai, menghargai, dan melestarikan warisan budaya Nusantara sejak usia dini.

Melayu, Jawa, Minang, dan Batak berpadu dalam satu langkah, satu semangat, dan satu Indonesia.

Di penghujung penampilan, keluarga besar TK Negeri Pembina Mempura turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Siak atas perhatian terhadap peningkatan sarana pendidikan melalui revitalisasi sekolah.

“Ramai anak bermain titi, titi dibuat dari besi. Terima kasih Ibu Bupati, TK kami dah cantik karena revitalisasi.”

Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan, tetapi juga melalui pendidikan, kebersamaan, pelestarian budaya, dan penanaman nilai cinta tanah air kepada generasi penerus bangsa.(Lina lestari)

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak