RIAU24.COM - Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengingatkan kepada 62 persen dari total jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air, agar para jemaah menjadikan kepulangan dari Tanah Suci sebagai momentum untuk menjaga nilai-nilai ibadah.
"Serta menebarkan manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat," sebutnya dikutip dari inilah.com, Minggu 21 Juni 2026.
Menurutnya, perjalanan haji tidak hanya berakhir setelah jemaah meninggalkan Tanah Suci.
Nilai kemabruran selama menjalankan ibadah harus terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap sabar, disiplin, peduli, dan penuh keikhlasan.
"Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, kedisiplinan jemaah selama proses pemulangan menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan berjalan aman dan lancar.
"Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan," sebutnya.
Dia juga meminta jemaah agar tetap menjaga dokumen penting seperti paspor, kartu identitas haji, boarding pass, dan dokumen perjalanan lainnya.