RIAU24.COM - Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut kehadiran Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Istana Negara, Senin 1 Juni 2026 bukan menjadi bagian oposisi pemerintahan.
Menurutnya, kehadiran Megawati didasari semangat untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, dikutip dari rmol.id, Senin 1 Juni 2026.
"Ya, dari arahan Ibu Ketua Umum sangat jelas bahwa memperingati Pancasila bukan dilihat dari aspek historisnya semata, tapi memahami seluruh falsafahnya, narasi, dan spirit pembebasan," ujarnya.
Tambahnya, Pancasila lahir dari perenungan mendalam para pendiri bangsa untuk mewujudkan kemerdekaan yang sejati bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh sebab itu nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam kehidupan Indonesia.
Tambahnya, Megawati memandang Pancasila sebagai fondasi geopolitik Indonesia yang dapat menjadi rujukan dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil.
"Sekaligus memperkuat peran Indonesia di tingkat global. Karena itulah Indonesia dengan Pancasila seharusnya menjadi contoh keteladanan bagaimana nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah, dan keadilan sosial itu betul-betul diwujudkan," tutupnya.