Transformasi Keselamatan Zona Rokan, PHR Catat 11 Juta Jam Kerja Selamat di Awal 2026

R24/dev
Transformasi Keselamatan Zona Rokan, PHR Catat 11 Juta Jam Kerja Selamat di Awal 2026
Transformasi Keselamatan Zona Rokan, PHR Catat 11 Juta Jam Kerja Selamat di Awal 2026

RIAU24.COM - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat capaian 11 juta jam kerja selamat sepanjang tiga bulan pertama 2026. Pencapaian ini menjadi fondasi penting dalam penguatan transformasi keselamatan kerja di wilayah operasi Zona Rokan.

Capaian tersebut melibatkan 43.639 tenaga kerja dan mencerminkan penguatan sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE) di tengah kompleksitas operasi migas berskala besar.

Keselamatan kerja tidak lagi dipandang sebatas kepatuhan prosedur, tetapi menjadi bagian dari komitmen kolektif pekerja dalam menjaga satu sama lain di lapangan.

Transformasi keselamatan juga diperkuat melalui implementasi teknologi SHIELD AI, yakni sistem inspeksi dan observasi terintegrasi dalam ekosistem digital.

Teknologi ini meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus memperkuat kemampuan prediktif dalam mendeteksi potensi risiko insiden sejak dini.

Selain itu, budaya pencegahan semakin terlihat melalui 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC) yang disampaikan pekerja selama periode yang sama. Jumlah laporan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan sebagai tanggung jawab bersama.

Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya, mengatakan capaian 11 juta jam kerja selamat merupakan hasil refleksi dan pembelajaran dari pengalaman sebelumnya.

“Pencapaian 11 juta jam kerja selamat ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil refleksi mendalam atas apa yang pernah terjadi, dan komitmen kami untuk memastikan hal tersebut tidak terulang,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, penguatan budaya keselamatan juga berjalan seiring dengan peningkatan keandalan aset serta kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK, guna menjaga keberlanjutan produksi energi nasional sekaligus melindungi masyarakat sekitar.

Menurutnya, keselamatan dan produktivitas di sektor migas bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru saling mendukung dalam sistem operasional yang terintegrasi.

“Setiap jam kerja selamat adalah upaya nyata untuk menekan risiko insiden dan memastikan seluruh pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat,” tambahnya.

Sebagai informasi, Wilayah Kerja Rokan merupakan salah satu tulang punggung produksi minyak nasional dengan kontribusi sekitar seperempat produksi minyak mentah Indonesia.

Wilayah operasi seluas sekitar 6.200 km² ini mencakup 80 lapangan aktif, lebih dari 11.000 sumur, serta puluhan stasiun pengumpul yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. ***

 

 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak