RIAU24.COM - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin tak setuju dengan penerapan Work From Home (WFH) dibuat setiap hari Jumat.
Jika diterapkan dia yakin berpotensi tidak efektif dalam menekan mobilitas masyarakat, dikutip dari rmol.id, Kamis, 26 Maret 2026.
"Alih-alih mengurangi aktivitas perjalanan, kebijakan ini justru dikhawatirkan mendorong peningkatan mobilitas menjelang akhir pekan," katanya.
Dia juga yakin, penetapan WFH pada hari Jumat berisiko menimbulkan persepsi sebagai bagian dari libur panjang alias long weekend.
"Alhasil, kondisi tersebut dapat memicu masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih banyak dari biasanya," ujarnya.
“WFH di hari Jumat berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan karena akan dianggap sebagai libur panjang. Akibatnya, tujuan utama kebijakan WFH menjadi tidak optimal karena aktivitas perjalanan tetap tinggi," tambahnya.
Tambahnya, kebijakan WFH saat ini perlu dirancang secara lebih terukur dan diarahkan secara spesifik untuk mendukung efisiensi energi, termasuk penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kebijakan WFH seharusnya menjadi bagian dari strategi yang lebih komprehensif, seperti pengendalian polusi dan pembenahan sistem transportasi publik.