RIAU24.COM - Presiden Prabowo Subianto mengaku yakin defisit APBN RI akan terjaga di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Keyakinan ini berkaca pada kebijakan fiskal pemerintah yang dia nilai cukup disiplin walau dunia sedang diwarnai gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga energi, dikutip dari rmol.id, Senin, 16 Maret 2026.
Hanya saja saat ini pemerintah tidak memiliki rencana untuk melonggarkan batas defisit 3 persen yang telah ditetapkan dalam undang-undang.
"Kecuali jika negara menghadapi krisis besar atau keadaan darurat yang sangat besar seperti Covid," ujarnya.
Meskipun sepertu itu pemerintah tetap mewaspadai dampak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah, termasuk perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ia menyebut kondisi akan menjadi semakin menantang jika harga minyak bertahan di atas 120 dolar AS per barel dalam waktu lama.
Meski begitu, pemerintah berupaya menghindari kenaikan harga bahan bakar dalam negeri.
Hanya saja langkah tersebut tidak mudah apabila lonjakan harga minyak global berlangsung setiap hari.