RIAU24.COM - SIAK — Pemerintah Kabupaten Siak bersama unsur lintas sektoral menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka menyambut Perayaan Imlek Tahun 2026 dan Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Siak, Fuadi Ahmad, S.H., M.AB, dan dihadiri Kasatpol PP Kabupaten Siak Syamsurizal, S.E., M.Si, Ketua MUI Kabupaten Siak yang diwakili Sekretaris Umum Nizamul Muluk, S.Ag., M.A., Psikolog, Ketua FKUB Kabupaten Siak KH. Muhammad Winto, S.Pd, Kapolres Siak yang diwakili oleh Kasat Intelkam Polres Siak AKP Risman Nurhendri, S.H., M.H., unsur Lembaga Adat Melayu (LAM) Siak, serta instansi terkait lainnya.
Rapat ini digelar guna menjaga toleransi antar umat beragama serta menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif, mengingat perayaan Imlek pada 17 Februari 2026 berdekatan dengan awal Bulan Suci Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026.
Dalam pemetaan situasi keamanan yang disampaikan oleh Kapolres Siak melalui Kasat Intel Polres Siak, AKP Risman Nurhendri menegaskan bahwa Polres Siak sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat akan memfokuskan pengamanan pada rumah ibadah dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Di Kabupaten Siak terdapat 2 wihara dan 6 klenteng yang akan melaksanakan perayaan Imlek, dengan fokus pengamanan pada satu lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan lebih tinggi, khususnya di wilayah Sungai Apit, Tualang, dan Siak.
Selain itu, menjelang Bulan Suci Ramadhan, Polres Siak juga menaruh perhatian pada pengamanan 515 masjid yang tersebar di seluruh Kabupaten Siak. Potensi gangguan yang diantisipasi antara lain pencurian kendaraan bermotor dan tindak kriminalitas lainnya yang kerap meningkat selama bulan puasa. Oleh karena itu, Polres Siak mengimbau agar FKUB serta pengelola rumah ibadah dapat berkoordinasi aktif dengan aparat keamanan.
Dalam arahannya, Kakan Kemenag Kabupaten Siak Fuadi Ahmad menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh elemen, baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, maupun masyarakat, agar seluruh rangkaian perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi.
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Siak Syamsurizal, S.E., M.Si menyampaikan bahwa pengamanan akan dilakukan melalui pendekatan persuasif dan imbauan. Ia menyebutkan, tempat hiburan malam akan menjadi prioritas pengawasan, termasuk nantinya akan adanya penerapan Peraturan Bupati terkait pembatasan aktivitas hingga pukul 22.00 WIB bagi anak sekolah, serta penegakan Peraturan Daerah tentang kebersihan yang akan disertai sanksi.
Ketua FKUB Kabupaten Siak KH. Muhammad Winto, S.Pd menegaskan bahwa Kabupaten Siak selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, di mana antarumat beragama hidup saling menghormati dan menjaga keharmonisan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Siak Nizamul Muluk, S.Ag., M.A., Psikolog menyampaikan bahwa MUI akan mengatur materi penceramah dan khatib selama Bulan Ramadhan agar tidak mengandung unsur ujaran kebencian, SARA, pelecehan, maupun adu domba.
“MUI berkomitmen memastikan seluruh rangkaian ibadah Ramadhan berjalan khusyuk, damai, dan menenteramkan. Para penceramah dan khatib yang bertugas akan berasal dari MUI, dengan materi dakwah yang menyejukkan serta tidak mengandung unsur ujaran kebencian, SARA, maupun narasi yang dapat menyudutkan kelompok tertentu,” tegasnya.
Sebagai hasil rapat koordinasi, disepakati sejumlah poin penting yang nantinya akan dilakukan pembahasan lebih lanjut.
Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, seluruh pihak berharap perayaan Imlek dan pelaksanaan ibadah Ramadhan di Kabupaten Siak dapat berjalan aman, damai, tertib, dan penuh rasa saling menghormati.(Lina)