RIAU24.COM - SIAK — Bangunan cagar budaya Tangsi Belanda yang berada di Jalan Pemuda, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, mengalami insiden runtuhnya lantai dua pada Sabtu (31/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah siswa sekolah dasar yang sedang mengikuti kegiatan studi tour mengalami luka-luka.
Insiden terjadi sekitar pukul 09.45 WIB, saat rombongan studi tour dari SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, berada di lantai dua bangunan Tangsi Belanda. Rombongan terdiri dari 55 murid kelas V dan VI serta 13 orang guru pendamping.
Menurut informasi di lapangan, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.35 WIB dan dipandu oleh seorang pemandu wisata setempat bernama Safrizal untuk berkeliling kawasan Tangsi Belanda. Saat rombongan memasuki salah satu ruangan di lantai dua, lantai bangunan yang terbuat dari papan kayu diduga tidak mampu menahan beban akibat over kapasitas, sehingga runtuh dan menyebabkan para pengunjung terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar empat meter.
Akibat kejadian tersebut, satu orang guru dan sembilan orang siswa mengalami luka-luka dengan tingkat cedera ringan hingga memerlukan penanganan medis. Seluruh korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Korban dari kalangan guru yakni Mira Agustina (37) mengalami luka ringan. Sementara korban dari siswa di antaranya mengalami luka robek di kepala dan wajah, nyeri pinggang, bengkak pada kaki, serta memar di beberapa bagian tubuh.
Pasca kejadian, pihak terkait mengambil langkah cepat dengan menutup sementara kompleks Tangsi Belanda guna menghindari kejadian serupa serta melakukan pengamanan lokasi. Aparat juga melakukan pemantauan situasi dan pendataan lanjutan.
Berdasarkan hasil pantauan awal, runtuhnya lantai dua bangunan diduga disebabkan oleh kondisi kayu yang telah lapuk dan dimakan rayap akibat usia bangunan yang sudah tua serta kurangnya perawatan. Tangsi Belanda sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial yang berada di Kabupaten Siak.
Hingga saat ini, aparat keamanan terus memonitor perkembangan situasi di lapangan dan akan melaporkan setiap perkembangan penting kepada pimpinan serta instansi terkait.(Lina)