Karena Pesantren Tak Bisa Dipisahkan dari NU

R24/azhar
Ilustrasi Pesantren. Sumber: Internet
Ilustrasi Pesantren. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menyebut pondok pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan dua entitas yang tidak bisa dipisahkan.

Alasannya karena NU hakikatnya adalah pesantren besar yang sarat dengan tradisi keilmuan dan dinamika intelektual, dikutip dari rmol.id, Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurutnya, kehidupan pesantren yang lekat dengan NU diwarnai oleh diskursus keilmuan yang dinamis.

"Di dalam pondok pesantren itu penuh dengan dinamika, ada pembahasan-pembahasan tentang madzhab; Madzhab Abu Hanifah, Maliki, Syafi’i, Hambali. Dan kadang-kadang sangat panas diskusinya, dan ini satu bukti bahwa dinamika akademik dan keilmuan di lingkungan pondok pesantren," ujarnya.

Dalam konteks itu, NU disebutnya sebagai pesantren besar, sementara pesantren adalah NU dalam skala yang lebih luas.

"Pondok pesantren itu tidak bisa dipisahkan dengan Nahdlatul Ulama. Karena pondok pesantren itu adalah NU besar," sebutnya.

Dia tak lupa menyoroti kuatnya tradisi akhlakul karimah dalam budaya pesantren, khususnya sikap hormat santri kepada kiai.

"Bagaimana kita lihat tradisi pondok, santri begitu respek dan begitu hormatnya terhadap kiai-nya," sebutnya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak