RIAU24.COM - Komandan Pos TNI Angkatan Laut Posal Bengkalis Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya turut menghadiri pada peletakan batu pertama pembangunan kampung Nelayan Merah Putih Tahap II, Rabu 28 Januari 2026.
Peletakan batu pertama pembangunan kampung nelayan Merah Putih Tahap II Bengkalis tersebut di Desa Pambang Pesisir Japan Pembangunan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Adapun yang hadir Kasdim Kodim 0303/Bengkalis, Mayor Inf Suratno. Danramil 01/Bengkalis, Kapten Arm Yogi Sudarso dan jajaran, Waka Polres Bengkalis Kompol Noak Pembina Aritonang, Wakil Bupati Kab.Bengkalis, Dr. H. Bagus Santoso, Kadis Bappeda, Rinto, Kadis perikanan, Muhamad Azmir dan undangan lainnya.
Sambutan Pj Kades Pambang Pesisir mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dan Wapres, Menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia, Pemprov Riau, pemkab Bengkalis.
"Terimakasih telah memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap pembangunan desa kami, khususnya dalam pengembangan kawasan Kampung Nelayan ini,"ungkap Pj Kades Pambang Pesisir.
Pembangunan kampung Nelayan Tahap II - yang merupakan salah satu dari 35 desa penerima program se-Indonesia kelanjutan dari upaya bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, memperbaiki kualitas permukiman, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
"Kami berharap, program ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik yang baik, tetapi juga membawa dampak positif yang luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat," ujarnya.
"Kami menyadari bahwa keberhasilan setiap pembangunan tidak terlepas dari kerja sama sinergis antar pihak, partisipasi aktif seluruh masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga, mengawasi, dan mendukung proses pembangunan ini agar berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan harapan bersama," ungkapnya lagi.
Selain itu, ujar Pj Kades, juga menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi perhatian masyarakat Desa Pambang Pesisir terkait kondisi jalan poros desa membutuhkan perhatian khusus, mengingat jarak dan kondisi jalan saat ini belum optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Selain itu, masalah abrasi di pemukiman masyarakat dan perkebunan kelapa sawit juga menjadi tantangan serius - setiap tahun lahan sekitar 5 hingga 7 meter tergerus laut, dan dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, diperkirakan sekitar 2 km lahan telah hilang.
"Dengan pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kami sangat berharap desa kami dapat berkembang menjadi pusat pembangunan pesisir yang unggul di Kecamatan Bantan. Semoga pembangunan Kampung Nelayan Tahap II ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa Pambang Pesisir dan menjadi langkah nyata menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,"ucapnya.
Kadis perikanan Bengkalis M Azmir menyampaikan bahwa, pada tahun 2025 kementerian kelautan perikanan meluncurkan program kampung nelayan merah putih sebanyak 100 lokasi. Program ini merupakan program lanjutan dari kampung nelayan maju (kalaju) kampung nelayan modern (kalamo).
"Nenindak lanjuti dari program ini dinas perikanan kabupaten Bengkalis telah mengusulkan kegiatan pembangunan kampung
nelayan merah putih di desa prapat tunggal kecamatan Bengkalis dan desa pambang pesisir kecamatan bantan,"ungkap Azmir.
Menurutnya, Setelah dilakukan berbagai survei mulai dari survei topografi, survei sosial ekonomi, survei kapal dan alat penangkapan ikan, survei sarana rantai dingin, maka desa pambang pesisir dinyatakan sebagai calon lokasi yang memenuhi syarat pembangunan kampung nelayan merah putih.
Berdasarkan dengan keputusan menteri kelautan dan perikanan
republik indonesia nomor 81 tahun 2025 tentang calon lokasi pembangunan kampung
nelayan merah putih tahap ii tahun 2025.
"Maka desa pambang pesisir dinyatakan sebagai lokasi yang akan dibangun sarana dan
prasarana produksi perikanan tahap ii (35 lokasi) seluruh indonesia. Adapun pada pembangunan kampung nelayan merah putih di desa pambang pesisir ini terdapat kegiatan berupa fisik dan non fisik dengan pagu anggaran lebih kurang rp.
22.000.000.000,"ujarnya.
"Untuk pembangunan sarana produksi perikanan dan sarana pendukung lainnya. selanjutnya dapat saya sampaikan bahwa selain sebagai lokasi pembangunan kampung nelayan merah putih, desa pambang pesisir saat ini juga diusulkan sebagai “desa bisa ekspor”, melalui upt badan pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan kementerian kelautan dan perikanan, sehingga kedepan akan terbuka peluang strategis untuk memasarkan hasil perikanan yang ada di kabupaten bengkalis," pungkasnya.