RIAU24.COM - Efektivitas kurikulum industri dalam dunia pendidikan terbukti nyata di Provinsi Riau. PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau mencatat bahwa lulusan SMK mitra binaan kini menjadi prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di jaringan bengkel resmi Honda (AHASS).
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 27 SMK Vokasi di Riau telah resmi menjadi mitra binaan PT CDN. Kerja sama ini bukan sekadar label, melainkan integrasi kurikulum Astra Honda ke dalam sistem pembelajaran sekolah selama tiga tahun penuh.
Keunggulan Kurikulum: Lulus Langsung Level 2
Vokasional Officer PT CDN Riau, Lahdi Pekbar Putra, menjelaskan bahwa siswa dari SMK mitra binaan memiliki keunggulan kompetitif yang jauh melampaui sekolah non-binaan. Hal ini dikarenakan mereka dididik menggunakan standar Technical Training Level (TTL) 2.
"Siswa kami selama tiga tahun dibekali kurikulum Astra Honda yang disinergikan dengan kurikulum pemerintah. Begitu lulus, mereka sudah setara dengan TTL Level 2. Ini perbedaan mencolok dibandingkan SMK non-binaan," ujar Lahdi.
Menurutnya, lulusan dari sekolah non-mitra yang ingin bergabung dengan jaringan Honda harus memulai karier dari Level 1 dan wajib mengikuti pelatihan ulang di Main Dealer. Proses ini tentu memakan waktu dan menimbulkan biaya tambahan bagi pemilik bengkel (owner).
"Lulusan SMK Vokasi binaan kami sudah melewati satu tahap krusial tersebut. Mereka siap kerja, sehingga lebih efisien bagi industri," tambahnya.
Data Rekrutmen 2025: Serapan Industri yang Tinggi
Kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan vokasi Honda di Riau tercermin dalam angka rekrutmen tahun 2025. Dari total kebutuhan tenaga teknisi di seluruh jaringan Honda Riau, mayoritas kursi diisi oleh siswa dari sekolah mitra.
"Tahun 2025 ini, ada sebanyak 110 orang yang bergabung di seluruh bengkel jaringan Honda Riau. Dari jumlah tersebut, 80 orang atau sekitar 70 persennya adalah lulusan SMK mitra binaan. Sisanya baru diambil dari non-mitra," ungkap Lahdi.
Tingginya angka serapan ini menjadi bukti bahwa program Satu Hati Education Program berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja industri.