RIAU24.COM - Politikus Muda PDIP, Muhammad Syaeful Mujab, menyebut alasan politik uang (money politics) tidak seharusnya dijadikan alasan untuk merampas hak kedaulatan rakyat dalam memilih pemimpinnya secara langsung.
Pernyataan ini buntut wacana pengembalian sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD, dikutip dari rmol.id, Minggu, 11 Januari 2026.
Menurutnya, politik uang adalah tantangan yang harus diselesaikan tanpa harus mengamputasi hak pilih masyarakat.
"PDI Perjuangan yakin persoalan politik uang itu tidak harus dengan mengamputasi hak rakyat untuk memilih," ujarnya.
Menurutnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah memberikan sinyal kuat terkait posisi partai.
Megawati mengibaratkan kondisi demokrasi Indonesia saat ini seperti senam Poco-Poco yang bergerak maju dan mundur.
"Bu Mega sudah memberikan hint sedikit, 'Kok demokrasi kita tuh kayak senam Poco-Poco, ya?'. Semalam saya cek di YouTube, senam Poco-Poco itu gerakannya maju, mundur, kanan, kiri. Bagi PDI Perjuangan, demokrasi itu harus maju ke depan, bukan dibuat maju-mundur," ujarnya.