RIAU24.COM - Lautan manusia memadati alun-alun Pati pada Rabu (13/8) untuk aksi demonstrasi menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatanya. Atas kehebohan ini, Presiden Prabowo Subianto turut merespons demo tersebut.
Demo tersebut digelar setelah Bupati Pati menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 250 persen. Meski akhirnya kebijakan tersebut dibatalkan, demo tetap digelar.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo menyayangkan kisruh yang terjadi di Pati.
“Ya tentunya kalau beliau (Presiden Prabowo) ya menyayangkan,” kata Prasetyo, Rabu (13/8).
Baca Juga: Negara Siapkan Rp1.377 T Duit APBN untuk Rakyat, Bantu Pertumbuhan Ekonomi RI di 2026
Apalagi, kata Prasetyo, pemerintah pusat telah berulang kali mengimbau kepada para pejabat publik untuk berhati-hati dalam bersikap.
“Ya Kalau dari sisi itu, makanya berkali-kali kami selaku pemerintah pusat berulang kali mengimbau, bahwa sebagai pejabat-pejabat publik di level apapun baik di pusat, di provinsi maupun di daerah, kita harus menyadari bahwa kita perlu berhati-hati di dalam menyampaikan segala sesuatu,” ujarnya.
“Apalagi menyampaikan sebuah kebijakan-kebijakan yang itu akan berdampak kepada masyarakat. Itu terus-menerus kita imbau.”
Saat demo berlangsung pada Rabu, Bupati Pati Sudewo sempat menemui massa aksi di Alun-Alun Kabupaten sekitar pukul 12.30 WIB dengan menggunakan kendaraan taktis Brimob. Namun kemunculan Sudewo justru direspons massa dengan lemparan sejumlah benda.
Baca Juga: Polisi Disebut Sengaja Sabotase Jaringan Internet saat Demo DPR
Ajudan Sudewo hingga petugas kepolisian yang berjaga di sekitar sang bupati kemudian berusaha melindungi Sudewo dari lemparan dengan menggunakan tameng.
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya akan berbuat yang lebih baik, terima kasih," ucap Sudewo di hadapan massa aksi.