RIAU24.COM -Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Emmanuel Ebenezer (Noel) mengungkapkan kekecewaannya terhadap penyedia jasa transportasi online yang memberikan bantuan hari raya (BHR) sebesar Rp 50 ribu kepada pengemudi ojek online (ojol) dan kurir online.
Dalam pernyataannya, Noel menyebut banyak driver yang bahkan tidak menerima BHR sama sekali, menandakan sikap rakus dari aplikator.
"Kalian tahu enggak omni-omni lupus? Nah itulah. Ojek online itu. Atau aplikator itu perilaku mereka seperti rakus, greedy. Bayangkan, mereka bukan dikasih Rp 50.000 saja. Bahkan masih banyak dari mereka yang tidak mendapatkan sama sekali. Jadi tingkat rakusnya sudah terlalu kelewatan," ujar Noel di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).
Noel menegaskan bahwa baik Presiden Prabowo Subianto, masyarakat, hingga para driver telah dibohongi oleh aplikator terkait pembayaran BHR.
"Yang jelas gini. Negara dibohongi, Presiden saya dibohongin, Menteri saya dibohongin, rakyat dibohongin, driver ojek online dibohongin. Dan kita akan tuntut itu," tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berencana memanggil semua aplikator penyedia transportasi online.
Jika diperlukan, pemerintah akan melakukan audit keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan.
"Ya kita panggil semua lah. Semua. Soal tuntutan kita lihat nanti. Yang jelas akan kita panggil. Kalau perlu kita audit tuh. Kita lihat pajaknya. Kita lihat semuanya," ungkap Noel.
(***)