Kodok Ini Banyak Dicari Pemburu untuk 'Mabuk', Punya Kandungan Zat Psikotropika Kuat

R24/dev
Kodok Ini Banyak Dicari Pemburu untuk 'Mabuk', Punya Kandungan Zat Psikotropika Kuat
Kodok Ini Banyak Dicari Pemburu untuk 'Mabuk', Punya Kandungan Zat Psikotropika Kuat

RIAU24.COM Kodok sungai Colorado (Incilius alvarius) di Gurun Sonora banyak diburu untuk digunakan sebagai obat psikedelik. 

Kodok ini kerap ditemukan di daerah Amerika Utara.

Para pemburu mengincar kodok ini karena senyawa psikotropika kuat yang ada di dalam tubuhnya. 

Baca Juga: Mengejutkan, Data BPS Ungkap Mayoritas Penduduk Jakarta Milenial dan Gen Z

Senyawa yang ada di kodok tersebut adalah 5-MeO-DMT.

Ketertarikan budaya terkait kodok dan sifat psikoaktifnya sudah dimulai pada tahun 1960-an dan meningkat pada 1990-an. 

Pada 2017, ketertarikan akan kodok tersebut kembali meningkat karena kemunculannya di media.

Saat ini, ada sebuah retret mahal di Meksiko yang di mana 5-MeO-DMT diberikan untuk menyembuhkan emosional, spiritual, atau hanya untuk sekedar mabuk. 

Hal ini membuat banyak orang ingin mencobanya.

Senyawa 5-MeO-DMT legal di Meksiko, juga masuk ke dalam Schedule 1 drug oleh Drug Enforcement Agency. 

Meskipun demikian, di negara bagian Arizona, masyarakat dilarang menangkap kodok tanpa izin.

Baca Juga: Terjebak Wabah Virus Hanta, Begini Nasib Ratusan Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius

Daya pikat katak untuk sifat psikoaktifnya saat ini diperumit dengan fakta bahwa 5-MeO-DMT saat ini tengah dipelajari sebagai kemungkinan pengobatan untuk depresi dan kecemasan.

Kurator Herpetologi, Iktiologi, dan Zoologi Invertebrata (HIIZ) Museum Gurun Arizona-Sonora Thomas Weaver menyoroti perburuan kodok sungai Colorado yang tinggi.

"Kodok (sungai Colorado) sudah mulai habis sekarang. Jika sesuatu terjadi pada hewan tersebut maka serangga akan menguasai," ucapnya dikutip dari National Geographic, Kamis (20/7/2023).

Hewan amfibi adalah 'spesies indikator'. Weaver menjelaskan bahwa makhluk seperti Incilius alvarius sangat selaras dengan lingkungan.

Ia juga khawatir bahwa perburuan kodok itu dapat membuat krisis amfibi global yang mengancam kepunahan hingga 40 persen amfibi di seluruh dunia dalam waktu 50-100 tahun ke depan.

"Kekhawatiran saya adalah tren pengumpulan, penyelundupan, dan pemanenan kodok ini mungkin berdampak pada spesies secara keseluruhan," katanya. ***

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak