RIAU24.COM - Anda bisa menikmati akhir pekan di dekat kota tua Kendari di Sulawesi Tenggara (Sultra), sembari melihat peninggalan zaman penjajahan Belanda.
Sejumlah peninggalan zaman penjajahan Belanda yang bisa ditemukan antara lain Makam Belanda, Gedung Bapard, Sembilan Belanda.
Baca Juga: Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School
Pos Belanda ini akhirnya berubah menjadi Kementerian Dalam Negeri atau Rujab (Sultra) Gubernur Sulawesi Tenggara.
Selain itu, komandan batalyon Tentara Belanda atau Garnizoens Rujab, penjara kolonial, sekolah Cina, tangki air, dll.
Peninggalan bangunan bersejarah kolonial ini masih berada di kawasan cagar budaya Kota Tua Kendari yang terletak di Desa Kandari, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara.
Bangunan-bangunan bersejarah ini saling berdekatan dan dibangun di atas dataran tinggi, yang menjadikan kawasan ini strategis untuk mengendalikan pergerakan musuh.
Beberapa bangunan ini masih berdiri, mempertahankan arsitektur asli khas perumahan Belanda.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Pindahkan 213 Staf ke Direktorat Pajak untuk Tingkatkan Kapasitas Penagihan
Kini bangunan bersejarah tersebut bukan satu-satunya pilihan wisata sejarah di kota ini.
Meski bukan tempat wisata di Kendari yang populer, namun kawasan ini kerap dikunjungi warga yang ingin merasakan suasana masa lalu.
Bangunan bersejarah ini juga sering menjadi lokasi foto prewedding jadul.
Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum untuk mengunjungi tempat bersejarah ini.
Jaraknya sekitar 40 menit dari Bandara Halu Oleo Kendari dan sekitar 5 menit dari Pelabuhan Nusantara, Kota Kendari