Sudah Tahu Beda Ganja Medis dengan Ganja Narkoba?

R24/azhar
Pengolahan ganja medis di Israel. Sumber: CNN Indonesia
Pengolahan ganja medis di Israel. Sumber: CNN Indonesia

RIAU24.COM - Dokter dari Divisi Psikiatri Adiksi di Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) dr. Soetjipto membeberkan perbedaan ganja medis dengan ganja rekreasional atau ganja narkoba.

Katanya, ganja medis memiliki keunggulan yang tak dimiliki ganja rekreasional.

Salah satunya dapat mengatasi beragam penyakit dikutip dari kompas.com, Kamis, 14 Juli 2022.

Baca Juga: Tahukan Anda, Letusan Super Gunung Toba Pemicu Migrasi Manusia Keluar Afrika 

"Menurut penelitian, ganja medis dapat mencegah glaukoma. Bisa juga anti epilepsy atau anti-kejang yang bermanfaat bagi penderita cerebal palsy," ujarnya.

"Ganja medis juga dapat dijadikan sebagai penenang alami, membantu menumbuhkan tulang pada pasien osteoporosis, antidiabetes, antihipertensi, antikanker, antinyeri, pengobatan diabetes melitus, dan terapi penyakit lupus," sebutnya.

Sedangkan ganja narkoba mengandung tetrahidocannabinol (THC) yang tinggi.

Kandungan ini katanya bisa menyebabkan seorang pengguna dapat mengalami sensasi high atau fly.

"Istilah untuk ganja medis adalah cannabis sativa atau hemp. Sedangkan penyebutan untuk ganja rekreasional adalah cannabis indica atau mariyuana," ujarnya.

Untuk cara penggunaan ganja medis belum memiliki panduan yang jelas. Alasannya karena di Indonesia ganja masih tergolong narkotika golongan satu.

Baca Juga: Ingin Liburan ke Luar Negeri? Ini 4 Jenis Visa yang Perlu Diketahui

Penggunaannya hanya boleh untuk penelitian dan belum diperbolehkan untuk tujuan pengobatan.

Namun, penggunaan ganja medis akan berbeda dengan konsumsi ganja rekreasional.

Biasanya penggunaan ganja medis melewati proses penyulingan. Dari proses tersebut kemudian menghasilkan minyak ganja.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak