RIAU24.COM - Dikutip dari etnis.id, uang panai konon diciptakan untuk melindungi perempuan Bugis dari orang Belanda yang sekenanya menikahi perempuan di sana.
Panai juga menjadi penangkat derajat dan martabat wanita Makassar.
Namun seiring berkembangnya zaman, uang panai beralih fungsi, ini juga diterapkan kepada semua pria yang hendak menikahi wanita Bugis.
Uang panai memiliki kelas sesuai dengan strata si gadis, mulai dari keturunan bangsawan, pekerjaan, kecantikan hingga pendidikannya.
Biasanya, uang panai akan sangat mahal jika si perempuan memiliki tingkat pendidikan tinggi. Misalnya jika uang panai wanita lulusan SMA Rp50 juta, maka untuk yang tamat perguruan tinggi bisa capai Rp100 juta.
Hingga kini, masih banyak perdebatan sengit soal uang panai, pasalnya, orang-orang di luar suku Bugis menilai keberadaan uang panai menyulitkan si pria.
Namun, dilansir dari indozone.id, zaman dulu, para orang tua ingin melihat keseriusan pria yang ingin melamar anak gadisnya. Sehingga para pria akan betul-betul berusaha mengupayakan uang panai untuk mendapatkan gadis idamannya.
Meski demikian, tarif uang panai tetap bisa didiskusikan oleh kedua belah keluarga. Jadi, bukan berarti harga yang ditetapkan keluarga perempuan, sudah utuh dan tak bisa diganggu gugat.
Kembali dilansir dari etnis.id, perempuan Bugis-Makassar disimbolkan sebagai sesuatu yang berharga dan sulit dimiliki. Meski ini didebat kalangan agamawan, tapi butuh waktu yang panjang untuk menyimpulkan.
Ternyata Inilah Asal Muasal Tradisi Uang Panai dan Kegunaan Sesungguhnya
ilustrasi
Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.
Selasa, 19 Mei 2026
Rencana Purbaya Efisiensikan Anggaran MBG
Selasa, 19 Mei 2026
Rencana Prabowo Hadir Bahas RAPBN 2027
Selasa, 19 Mei 2026
Niat KSP Kawal Ketat Program BGN
Selasa, 19 Mei 2026
Pemerintah Diminta Sudahi Lip Service
Selasa, 19 Mei 2026