RIAU24.COM - Monyet hidung pesek rambut emas (Golden snub-nosed monkey) merupakan Monyet Dunia Lama dalam subfamili Colobinae.
Monyet ini bersifat endemis di daerah kecil beriklim sedang, hutan bergunung di China tengah dan barat daya.
Mereka biasanya mendiami hutan-hutan pegunungan barat daya China pada ketinggian 1.500-3.400 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga: Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School
Meski mempunyai hidung yang pesek, monyet ini punya pesona tersendiri loh.
Monyet tersebut memiliki 'mantel' tebal yang dimaksudkan untuk menghadapi musim dingin dengan gaya.
Bulunya yang indah, warna emas cerah, terutama di kepala dan leher mereka, dan beraksen dengan rambut pelindung hitam-abu-abu panjang di bahu, lengan atas, dan punggung mereka. Sedangkan yang betina juga memiliki warna yang sama, tetapi rambut pelindungnya cenderung tampak coklat-hitam.
Sayangnya, monyet menggemaskan tersebut muncul dalam daftar 25 spesies primata paling terancam oleh International Primatological Society tahun 2017.
Jumlah Monyet hidung pesek rambut emas saat ini telah turun lebih dari 50 persen selama 40 tahun terakhir karena deforestasi.
Selain deforestasi dan degradasi habitat, monyet berhidung pesek emas tetap terancam oleh pemburu, yang mencari kulit emasnya untuk obat tradisional, bulu, dan daging.
Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai monyet unik yang hampir punah karena di buru ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @otaklite (13/01/2022). Setidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka
@honeycrmbs_ :" Ih lucuu "
Baca Juga: Kementerian Keuangan Pindahkan 213 Staf ke Direktorat Pajak untuk Tingkatkan Kapasitas Penagihan
@abcdikxyz_ :" mirip boneka bgt "
@simpledimple_dish :" Diburu tuh buat apa ya Allah...apa tega nyakitin makhluk selucu ini "