Pertama dalam Sejarah, Astronom Temukan Cahaya di Balik Lubang Hitam, Konfirmasi Teori Albert Einstein

R24/ame
Black hole
Black hole

RIAU24.COM - Para astronom menemukan cahaya di balik lubang hitam dan dari sisi lainnya untuk pertama kali dalam sejarah.

Lubang hitam, yang datang dalam berbagai ukuran, terbentuk ketika bintang yang sangat besar runtuh di akhir siklus hidupnya.
Baca Juga: Kedutaan Besar China di Jepang Menyatakan Pihak Berwenang Gagal Bertindak atas Banyaknya Ancaman yang Mereka Terima  
Lubang hitam supermasif adalah jenis terbesar, tumbuh dalam massa karena mereka melahap materi dan radiasi dan mungkin bergabung dengan lubang hitam lainnya.

Penemuan luar biasa ini mengkonfirmasi teori relativitas umum Albert Einstein tahun 1915.

Dia menegaskan bahwa tarikan gravitasi dari lubang hitam sangat besar sehingga dapat membengkokkan struktur ruang, membelokkan cahaya, dan memutar medan magnet.

Baca Juga: Indonesia Optimis Kesepakatan Minyak Rusia Tidak Akan Membuat AS Marah  
Teori tersebut meramalkan bahwa karena hal ini, gelombang cahaya seharusnya dapat terlihat dari sisi lain lubang hitam karena medan yang melengkung ini akan bertindak sebagai cermin.

Dengan menggunakan teleskop sinar-X bertenaga tinggi, tim peneliti internasional sedang mempelajari lubang hitam supermasif yang jaraknya 800 juta tahun cahaya ketika mereka membuat penemuan yang luar biasa itu.

Penelitian itu diterbitkan oleh Ilmuwan dari Universitas Stanford, ahli astrofisika, Dan Wilkins. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak