RIAU24.COM - Seorang dokter hewan di China meninggal setelah terinfeksi virus Monkey B yang ditularkan dari primata.
Dokter yang berbasis di Beijing itu berusia 53 tahun, kematiannya adalah kasus Monkey B pertama di China.
Baca Juga: Serangan Bunuh Diri yang Diduga Terjadi di Sebuah Masjid di Maiduguri, Nigeria Tewaskan Sedikitnya 7 Orang
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, pria itu bekerja di sebuah lembaga penelitian yang berspesialisasi dalam pembiakan primata dan membedah dua monyet mati pada bulan Maret.
Dia mengalami mual, muntah dan demam sebulan kemudian. Dia meninggal 27 Mei.
Dua kontak dekatnya, seorang dokter pria dan seorang perawat wanita, dinyatakan negatif.
Baca Juga: Ketika Gurun Berubah Menjadi Putih: Hujan Salju di Arab Saudi Adalah Tanda Bahaya Iklim
Virus Monyet B, atau virus herpes B, lazim di antara monyet kera, tetapi sangat jarang dan seringkali mematikan bila menyebar ke manusia.
Pada manusia, virus ini menyerang sistem saraf dan menyebabkan peradangan pada otak, yang menyebabkan hilangnya kesadaran.
Korban cenderung dokter hewan, ilmuwan atau peneliti yang bekerja secara langsung dengan primata dan dapat terkena cairan tubuh mereka melalui goresan, gigitan atau pembedahan.
Bedah Monyet Mati, Dokter di China Meninggal setelah Tertular Virus Monkey B
ilustrasi
Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.
Sabtu, 04 April 2026
Pemerintah Diharapkan Sudah Berpikir Panjang Tunjuk Pertamina Tanggung Subsidi BBM
Sabtu, 04 April 2026
Dampak Kenaikkan Plastik Disinyalir akan Lebih Berbahaya dari BBM
Sabtu, 04 April 2026
Usulan Pantau ASN yang WFH
Sabtu, 04 April 2026
Belanja Pegawai Tembus 38 Persen, Pemkab Siak Dorong Transformasi Ekonomi Kampung
Sabtu, 04 April 2026
Apresiasi untuk Polri, Pengurus Gereja Puji Pengamanan Ibadah di Tualang
Sabtu, 04 April 2026
Prabowo Tak Naikkan Harga Minyak, Jokowi: Berani
Sabtu, 04 April 2026