Bedah Monyet Mati, Dokter di China Meninggal setelah Tertular Virus Monkey B

R24/ame
ilustrasi
ilustrasi

RIAU24.COM - Seorang dokter hewan di China meninggal setelah terinfeksi virus Monkey B yang ditularkan dari primata.

Dokter yang berbasis di Beijing itu berusia 53 tahun, kematiannya adalah kasus Monkey B pertama di China.
Baca Juga: Serangan Bunuh Diri yang Diduga Terjadi di Sebuah Masjid di Maiduguri, Nigeria Tewaskan Sedikitnya 7 Orang  
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, pria itu bekerja di sebuah lembaga penelitian yang berspesialisasi dalam pembiakan primata dan membedah dua monyet mati pada bulan Maret. 

Dia mengalami mual, muntah dan demam sebulan kemudian. Dia meninggal 27 Mei.

Dua kontak dekatnya, seorang dokter pria dan seorang perawat wanita, dinyatakan negatif.

Baca Juga: Ketika Gurun Berubah Menjadi Putih: Hujan Salju di Arab Saudi Adalah Tanda Bahaya Iklim  
Virus Monyet B, atau virus herpes B, lazim di antara monyet kera, tetapi sangat jarang dan seringkali mematikan bila menyebar ke manusia. 

Pada manusia, virus ini menyerang sistem saraf dan menyebabkan peradangan pada otak, yang menyebabkan hilangnya kesadaran.

Korban cenderung dokter hewan, ilmuwan atau peneliti yang bekerja secara langsung dengan primata dan dapat terkena cairan tubuh mereka melalui goresan, gigitan atau pembedahan. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak