RIAU24.COM - Sensasi dada terasa terbakar sering kali membuat seseorang khawatir, terutama karena gejala ini kerap dikaitkan dengan gangguan jantung. Rasa panas atau seperti terbakar di area dada memang bisa dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan, mulai dari masalah pencernaan, jantung, hingga gangguan pada paru-paru.
Meski dalam beberapa kasus penyebabnya tidak berbahaya, keluhan dada terasa terbakar tetap tidak boleh dianggap sepele. Terlebih jika disertai gejala lain seperti sesak napas, nyeri yang menjalar ke lengan.
10 Kemungkinan Penyebab Dada Terasa Terbakar
Berikut beberapa kemungkinan penyebab dari rasa terbakar di dada :
1. Anxiety
Gejala anxiety atau kecemasan bisa bervariasi dari orang ke orang. Dikutip dari laman Healthline, nyeri dada yang berhubungan dengan kecemasan juga bisa berbeda.
Beberapa orang mungkin mengalami nyeri dada yang bertahap, sementara yang lain, nyeri yang dirasakan bisa tiba-tiba. Nyeri dada dari gejala kecemasan bisa meliputi:
- Nyeri tajam dan menusuk
- Rasa terbakar, mati rasa, nyeri tumpul
- Nyeri dada terus menerus
- Sesak di dada.
2. GERD
Penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi ketika asam lambung naik secara teratur ke kerongkongan. Ini merupakan kondisi kronis yang membutuhkan perawatan berkelanjutan.
Sensasi terbakar di dada merupakan salah satu gejala GERD. Jika mengalami GERD, seseorang mungkin mengalami heartburn atau gejala lainnya satu kali atau lebih dalam seminggu. Beberapa gejala GERD lainnya yaitu:
- Kesulitan menelan
- Merasa seperti ada benjolan di tenggorokan
- Merasa maka atau cairan asam naik dari kerongkongan ke tenggorokan
- Nyeri di perut bagian atas
- Bersendawa
- Sesak napas
- Sakit punggung setelah makan
- Sakit tenggorokan terus menerus.
3. Hernia Hiatus
Hernia hiatus terjadi saat sebagian perut menekan ke dalam rongga dada melalui lubang diafragma. Gejalanya mirip dengan GERD dan tukak lambung, termasuk rasa terbakar di dada serta:
- Kembung
- Bersendawa
- Rasa asam di bagian belakang tenggorokan
- Nyeri di perut atau kerongkongan.
4. Esofagitis
Seringnya terjadi refluks asam lambung bisa menyebabkan peradangan pada kerongkongan atau esofagitis. Seiring waktu, esofagitis bisa menyebabkan jaringan parut dan penyempitan lapisan kerongkongan, yang bisa memengaruhi kemampuannya untuk membawa makanan ke lambung.
Selain rasa terbakar dan nyeri di perut bagian atas dan dada, esofagitis bisa menyebabkan:
- Rasa sakit menelan
- Sulit menelan
- Sensasi makanan tersangkut di saluran makan.
5. Asma
Asma adalah kondisi yang melibatkan penyempitan saluran udara di paru-paru. Penyempitan ini mencegah oksigen yang cukup masuk ke paru-paru dan ke seluruh tubuh.
Saat asma, seseorang bisa merasakan sesak dan sulit bernapas. Gejala lainnya meliputi:
- Batuk
- Mengi (suara bersiul saat bernapas)
- Sesak napas.
Dikutip dari laman WebMD, saat mengalami asma, kemungkinan untuk merasakan heartburn atau rasa terbakar di dada meningkat. Jika sering mengalami heartburn, hal tersebut bisa memicu gejala asma atau memperburuknya.
6. Tukak Lambung
Tukak lambung atau luka terbuka di lambung disebabkan oleh asam yang mengikis lapisan lambung. Kondisi ini bisa disebabkan oleh bakteri Heliobacter pylori dan penggunaan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.
Tukak lambung bisa membuat seseorang sering mengalami rasa terbakar di bagian atas perut atau tengah dada. Rasa sakit bisa memburuk di malam hari, setelah lama tidak makan, atau tepat setelah makan. Gejala lainnya meliputi:
- Kembung
- Merasa kenyang meski makan sedikit-sedikit
- Sendawa terus menerus
- Mual
7. Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi pada satu atau kedua paru-paru yang menyebabkan organ ini terisi udara atau nanah. Bakteri, virus, dan jamur bisa menyebabkan penyakit ini.
Nyeri dada atau rasa terbakar karena pneumonia bisa terjadi saat seseorang menarik napas dalam-dalam atau batuk. Gejala lainnya meliputi:
- Batuk
- Demam
- Panas dingin
- Sesak napas
- Kelelahan
- Mual
- Muntah
8. Angina
Angina merupakan kondisi nyeri atau ketidaknyamanan di dada saat sebagian otot jantung tidak mendapat cukup darah kaya oksigen.
Dikutip dari laman National Heart, Lung, and Blood Institute, nyeri angina bisa terasa seperti tekanan, remasan, sesak atau rasa terbakar di dada. Rasa tidak nyaman ini juga bisa menyebar ke bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung, seperti serangan jantung.
9. Emboli Paru
Emboli paru merupakan penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru. Biasanya, kondisi ni disebabkan oleh gumpalan darah yang berpindah dari kaki (trombosis vena dalam) atau bagian lainnya ke paru-paru. Meski tidak terlalu umum, emboli paru bisa menyebabkan rasa terbakar di dada.
Biasanya, emboli paru menyebabkan nyeri tajam di dada yang memburuk saat menarik napas, batuk, makan, atau membungkuk. Gejala lainnya meliputi:
- Sesak napas yang memburuk saat beraktivitas
- Batuk, kadang disertai darah
- Detak jantung cepat atau tidak teratur
- Pusing
- Pembengkakan, nyeri dan rasa hangat di kaki.
10. Serangan Jantung
Serangan jantung terjadi saat pembuluh darah yang memasok jantung tersumbat. Gejala serangan jantung pada dada terasa seperti tekanan, remasan, rasa terbakar atau nyeri di bagian tengah atau sisi tubuh.
Nyeri mungkin hilang dan muncul kembali, serta bisa menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut. Adapun gejala lain dari serangan jantung meliputi:
- Sesak napas
- Keringat dingin
- Mual
- Pusing
Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito Damay, SpJP (K), FIHA, FICA, gejala serangan jantung dan GERD bisa mirip. Rasa panas di dada pada serangan jantung umumnya lebih berat. Pasien juga bisa merasakan adanya tekanan dan tidak nyaman di dada.
"Serangan jantung tidak selalu terasa sebagai nyeri dada, tapi mirip seperti 'GERD' atau nyeri ulu hati. Hal ini membuat serangan jantung sering terlewat pada situasi seperti ini," katanya.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
Jika mengalami salah satu gejala berikut, rasa terbakar di dada mungkin merupakan tanda serangan jantung atau irama jantung abnormal yang serius:
- Sensasi tertekan, nyeri, begah, atau tekanan di bagian tengah atau sisi kiri dada
- Nyeri menjalar ke rahang, leher, bahu, lengan, atau punggung (mungkin terjadi sebelum merasakan nyeri dada)
- Sesak napas bahkan hanya karena melakukan aktivitas ringan
- Mual
- Muntah
- Pusing
- Kelelahan ekstrem tanpa diketahui penyebabnya
- Berkeringat atau kedinginan
- Detak jantung lambat atau cepat secara tidak normal. ***