RIAU24.COM - Polres Bengkalis menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka persiapan Operasi Ketupat 2026 untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Senin 2 Maret 2026 kemarin.
Rakor yang dilaksanakan melalui Zoom berlangsung diruangan command center Polres Bengkalis, dipimpin langsung Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar.
Kegiatan ini diikuti unsur forum koordinasi pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkalis serta perwakilan instansi terkait.
Sejumlah pihak yang hadir diantaranya Kodim 0303 Bengkalis, Kementerian Agama, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPBD, Satpol PP, Dinas PUPR, serta pejabat utama Polres Bengkalis.
Kapolres menyampaikan bahwa dinamika situasi menjelang, saat, dan setelah Idul Fitri memiliki tingkat kompleksitas tinggi, baik dari aspek keamanan, sosial, ekonomi, maupun kebencanaan.
"Peningkatan aktivitas masyarakat diperkirakan terjadi sejak pembagian THR, malam takbiran, pelaksanaan Sholat Id, hingga arus mudik dan arus balik,"ujar Kapolres .
Secara nasional, pergerakan pemudik diprediksi mencapai sekitar 143,91 juta orang, dengan konsentrasi arus pada jalur utama Jawa - Sumatera, pelabuhan, bandara, terminal, dan stasiun.
"Kondisi tersebut menuntut pengamanan terpadu, rekayasa lalu lintas yang adaptif, serta kesiapsiagaan terhadap potensi kecelakaan dan dampak cuaca ekstrem,"ujar AKBP Fahrian Saleh Siregar.
Dari sisi kamtibmas, rakor juga membahas potensi kerawanan seperti kriminalitas konvensional, tawuran remaja, serta potensi provokasi dalam ceramah keagamaan, khususnya terkait perbedaan penetapan 1 Syawal.
Selain itu, perayaan Idul Fitri yang beririsan dengan Hari Raya Nyepi dan Cap Go Meh turut menjadi perhatian untuk mengantisipasi potensi gesekan sosial.
Kemudian, pada sektor ekonomi, meski harga bahan pokok relatif stabil, sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, daging ayam, telur, dan minyak goreng dilaporkan mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan dan faktor distribusi.
"Pengawasan pasar dan langkah stabilisasi harga akan dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat. Potensi aksi buruh terkait THR juga diantisipasi melalui pendekatan pengamanan dan dialog,"ujarnya.
Selain itu, aspek kebencanaan turut menjadi fokus pembahasan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat dan banjir selama Maret 2026.
"Melalui sinergi lintas sektoral antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemangku kepentingan lainnya, Operasi Ketupat 2026 diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Bengkalis,"pungkasnya