RIAU24.COM - Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera khawatir dengan laporan Mandiri Institute yang mengungkap jumlah kelas menengah turun dari 47,9 juta orang pada 2024 menjadi 46,7 juta orang pada 2025.
"Artinya, sekitar 1,1 juta orang keluar dari kelompok kelas menengah dalam setahun terakhir," ujarnya dikutip dari rmol.id, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurutnya, melemahnya kelas menengah bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga berdampak serius terhadap kualitas demokrasi dan masa depan bangsa.
"Kelas menengah itu tulang punggung bangsa. Melemahnya kelas menengah bukan cuma berbahaya bagi ekonomi bangsa tapi juga berbahaya bagi demokrasi. Justru melemahnya kelas menengah membuat suram pemajuan bangsa," ujarnya.
Padahal selama ini kelas menengah dianggap menjadi motor konsumsi, penggerak kewirausahaan, sekaligus penyangga stabilitas sosial dan politik.
"Ketika jumlahnya tergerus, maka daya dorong ekonomi nasional ikut melemah dan ruang partisipasi publik dalam demokrasi bisa ikut terdampak," sebutnya.
Oleh karena itu, dia ikut mendorong adanya langkah konkret dan terukur untuk memperkuat kembali fondasi kelas menengah Indonesia.
"Seperti memulihkan daya beli, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan usaha produktif," ujarnya.