Warganet Pertanyakan Kandungan 'Matcha Infus', Dokter Soroti Hal Ini

R24/dev
Warganet Pertanyakan Kandungan 'Matcha Infus', Dokter Soroti Hal Ini
Warganet Pertanyakan Kandungan 'Matcha Infus', Dokter Soroti Hal Ini

RIAU24.COM - Sebuah kedai teh di Bali viral di media sosial setelah menyajikan sebuah menu matcha latte dengan kemasan infus 'D5 Dextrose monohydrate'. Banyak netizen mempertanyakan dari mana asal usul kemasan infus tersebut dan apakah aman untuk dikonsumsi.

Beberapa netizen bahkan menduga matcha tersebut dicampurkan dengan cairan infus D5, karena kandungan di dalamnya seperti air gula.

"Googling td, dextrose itu air gula, curiga matcha-nya dicampur dalam infusan baru, jadi bukan dr limbah medis. cuman gatau deh kyk gitu boleh apa nggak, apalagi langsung diminum," kata salah satu netizen media sosial X.

"Kalo pun baru, ttp ga etis gasi? Nanti rs2 yg bener butuh malah kehabisan gr2 yg kaya gini viral," timpal netizen lain yang mempertanyakan etis atau tidaknya hal tersebut.

Terlepas dari kejadian tersebut, apakah benar infus D5 bisa dikonsumsi secara langsung? Spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD membenarkan infus D5 sangat mirip dengan air gula.

Ia mengatakan infus D5 secara umum aman dikonsumsi langsung karena sudah melalui proses sterilisasi. Namun, ia menegaskan cairan infus hanya diberikan pada pasien melalui pembuluh darah.

Meskipun aman, bukan berarti cairan infus bisa dikonsumsi sembarangan. Apalagi dengan oral atau minum secara langsung.

"Kalau masih dalam kemasan cairan infus D5 adalah steril, karena semua yang dimasukkan melalui pembuluh darah harus steril," ungkap Prof Ketut

Berkaitan dengan kemungkinan matcha yang dicampur secara langsung dengan cairan infus D5, dr Ketut berpendapat secara etika dan nilai ekonomi, ini adalah tindakan yang kurang tepat. Cairan infus memiliki harga yang lebih mahal bila dibandingkan dengan air gula pada umumnya.

Ia mengingatkan gimmick promosi sebuah produk sebaiknya tetap memperhatikan etika yang ada. Masyarakat juga harus mendapatkan edukasi yang menjelaskan terkait penggunaan cairan infus yang sebenarnya.

"Saya kurang tahu apakah itu bekas atau tidak. Tapi yang jelas cairan infus pasti menjadi lebih mahal dibandingkan kita membuat dari glukosa 5 persen untuk diminum, karena ada persyaratan steril," katanya.

"Kalau langsung dibuka dari kemasan infus dan diminum, cairan tersebut steril," tandas dr Ketut. ***
 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak