RIAU24.COM - Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai upaya Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia yang menggaungkan wacana koalisi permanen akan sulit direalisasikan.
Bahlil dinilai sedang melempar isu yang belum tentu mempengaruhi sikap partai politik (parpol) tertentu, dikutip dari rmol.id, Senin, 5 Januari 2025.
"Koalisi permanen hanya buat kegenitan politik semata dari Golkar dan ketumnya," sebutnya.
Dia juga yakin Bahlil dan Golkar sengaja mewacanakan pembentukan koalisi permanen.
"Hal ini mereka lakukan agar partai dapat diperhitungkan dalam mempengaruhi parpol-parpol besar lainnya," sebutnya.
"Jika koalisi dipermanenkan, bahwa mereka tidak akan bisa banyak bicara dalam perpolitikan," ujarnya.
Tambahnya, hanya ada parpol besar yang memiliki pengaruh kuat dalam dunia perpolitikan, termasuk Golkar.
"Sedangkan partai-partai lainnya hanya berharap akan peluang dan kesempatan," sebutnya.