Ga Nyangka, Satu Kebiasaan saat Makan Siang Ini Ternyata Bisa Turunkan Risiko Hipertensi

R24/dev
Ga Nyangka, Satu Kebiasaan saat Makan Siang Ini Ternyata Bisa Turunkan Risiko Hipertensi
Ga Nyangka, Satu Kebiasaan saat Makan Siang Ini Ternyata Bisa Turunkan Risiko Hipertensi

RIAU24.COM Hipertensi atau tekanan darah tinggi disebut sebagai silent killer karena biasanya tidak menimbulkan gejala. Meski faktor genetika bisa memengaruhi tekanan darah, gaya hidup juga memiliki pengaruh yang kuat.

Terkait pola makan, natrium adalah nutrisi penting yang membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Tapi, jika dikonsumsi berlebihan, natrium bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Kalium bisa mentralkan natrium dengan membantu mengeluarkan kelebihan natrium dari tubuh. Sehingga, yang lebih menentukan sebenarnya adalah perbandingan antara asupan kalium dan natrium.
 
Studi tentang Kebiasaan Makan Siang yang Bisa Turunkan Hipertensi

Sebuah studi dilakukan di sebuah perusahaan di Jepang dengan dua kantin yang menyajikan makanan. Dikutip dari laman Eating Well, penelitian melibatkan 166 peserta yang terdiri dari 102 laki-laki dan 64 perempuan dengan usia rata-rata 44 tahun. Mereka adalah karyawan perusahaan yang secara teratur makan siang di salah satu dari dua kantin tersebut.

Penelitian dibagi menjadi dua periode dalam empat minggu, yaitu periode intervensi dan periode kontrol. Setengah dari kelompok tersebut berpartisipasi dalam periode intervensi terlebih dahulu, kemudian periode kontrol. Setengahnya lagi melakukan periode kontrol terlebih dahulu kemudian periode intervensi.

Selama periode intervensi, peserta diberi makan dengan bumbu rendah sodium dan tinggi kalium, termasuk pengganti garam yang mengandung 75 persen natrium klorida dan 25 persen kalium klorida. Sebab penelitian dilakukan di Jepang, makanan tersebut umum dalam budaya Jepang, seperti sup miso.

Meski susu tidak umum dalam budaya Jepang, kantin-kantin dilengkapi dengan susu dan yoghurt selama periode intervensi. Peserta diinstruksikan untuk memilih satu produk susu untuk setiap makan siang hari kerja selain menu rendah sodium dan tinggi kalium. Sementara, untuk makan sarapan dan malam, serta di akhir pekan, peserta diinstruksikan untuk makan makanan biasa tanpa batasan. Prinsip ini juga diterapkan pada semua makanan selama periode kontrol selama empat minggu

Hasil Penelitian

Setelah periode intervesi yang mencakup makan yang rendah natrium dan tinggi kalium, para peneliti menemukan rasio natrium peserta menjadi lebih baik, dengan natrium urine yang lebih rendah dan kalium yang lebih tinggi secara signifikan. Hal ini penting, sebab rasio natrium-kalium yang tidak seimbang dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi.

Studi ini menunjukkan bahwa mengurangi asupan natrium dan meningkatkan asupan kalium melalui bumbu dan produk susu bisa memberi efek positif pada rasio natrium-kalium tubuh, yang dikaitkan dengan tekanan darah.

Makanan kaya kalium tidak terbatas pada produk susu. Pertimbangkan untuk menambah lebih banyak buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, polong-polngan, dan salmon. Sayuran berdaun hijau, pisang, kentang, alpukat, ubi jalar, labu, wortel, dan tomat adalah beberapa buah dan sayuran yang tinggi kandungan kaliumnya. ***

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak