RIAU24.COM -Tim SAR gabungan dari pos SAR Meulaboh menghadapi kendala serius dalam upaya evakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, pada Jumat (28/11/2025).
Akses mobilisasi menuju lokasi terputus total akibat derasnya arus sungai, sementara sinyal komunikasi hilang sehingga membatasi koordinasi tim.
Koordinator Pos SAR Meulaboh Risky Hidayat menjelaskan derasnya arus sungai menjadi hambatan utama bagi tim untuk melakukan evakuasi langsung.
"Derasnya arus sungai membuat tim tidak dapat memasuki lokasi menggunakan kendaraan untuk melakukan evakuasi langsung," ujar Risky Hidayat.
Sebagai langkah darurat, tim SAR gabungan berinisiatif melakukan dropping bantuan logistik kepada warga yang terjebak. Bantuan ini disalurkan dengan menggunakan sistem tali, mengingat tidak adanya akses darat yang aman.
Selain terputusnya akses jalan, tim SAR juga menghadapi kendala teknis berupa hilangnya sinyal komunikasi di wilayah Beutong Ateuh. Kondisi ini membuat proses koordinasi dan penerimaan informasi terkini dari tim di lapangan menjadi sangat terbatas dan sulit.
Risky menambahkan situasi di lapangan masih terus dipantau dan diverifikasi. "Terdapat laporan mengenai dua warga dewasa, laki-laki dan perempuan, yang diduga terseret arus banjir," kata Risky.
Namun, ia menegaskan informasi mengenai korban hilang tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari tim yang berada di lokasi. "Informasi ini masih kita verifikasi dengan tim di lapangan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan terus berupaya mencari cara terbaik untuk menembus lokasi dan memastikan keselamatan warga yang terjebak, sembari menunggu kondisi arus sungai mereda.
(***)