RIAU24.COM - Mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menganggap wajar kritik yang disampaikan rakyat terhadap DPR.
Dia yakin, hal ini buntut ekspresi kejengkelan, dikutip dari rmol.id, Rabu, 27 Agustus 2025.
Semuanya diperparah gaya hidup anggota dewan yang kerap hedonis sehingga menimbulkan sorotan publik.
"Demo ini kan muncul dari tunjangan DPR. Jadi benar kalau DPR kemudian banyak dikritik karena taruhlah agak hedonis hidupnya. Jadi kita harus maklumi (kejengkelan) rakyat," ujarnya.
Tambahnya, penghasilan anggota DPR saat ini sudah terlampau besar.
Ia merujuk pada data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang mencatat gaji anggota DPR bisa mencapai Rp230 juta per bulan, belum lagi termasuk tunjangan.
Namun, Mahfud mengaku pernah mendengar angka yang lebih fantastis.
Menurutnya sekarang ini gaji atau penghasilan DPR sudah sangat berlebihan.
"Kalau Fitra sebut 230 juta per bulan, yang saya dengar justru miliaran per bulan. Di luar penghasilannya ada uang reses. Ada lagi tunjangan pembuatan undang-undang," ujarnya.