Penuh Haru, 41 Orang Siswa/i SDN 45 Bengkalis Gelar Perpisahan

R24/hari
Foto bersama para guru dan Siswa/i SDN 45 Bengkalis
Foto bersama para guru dan Siswa/i SDN 45 Bengkalis

RIAU24.COM -BENGKALIS - Sebanyak 41 orang siswa/i kelas VI sekolah dasar negeri (SDN) 45 Bengkalis tahun ajaran 2023/2024 menggelar perpisahan dan pelepasan, Sabtu 25 Mei 2024.

Acara perpisahan dan pelepasan yang penuh haru tersebut berlangsung meriah apalagi adanya antraksi silat, tarian dan lain sebagainya yang dihadiri para orang tua didik beserta para guru yang telah mengajar di SDN 45 Bengkalis.

Kepala Desa Kelapapati Dasril yang hadir pada acara perpisahan mengungkapkan bahwa, ada perpisahan dan pelepasan adalah antara guru dan wali murid. Dunia pendidikan pada saat ini sangat berkembang.

"Saat kami belajar dulu itu hanya tiga pelajaran. Namun demikian ada pembekalan yang didapat oleh para siswa/i. Kami berpesan kepada anak anak kami 6 tahun belajar disini semoga apa yang didapat selama bersekolah dengan pembelajaran yang didapat semoga sangat bermanfaat,"ungkap Kades Kelapapati Dasril.

Foto bersama Siswa/i Kelas 6a dengan wali kelas

"Apalagi, mendidik anak anak bukan mudah seperti membalikan telapak tangan,"ucapnya.

Sementara, Kepala sekolah SDN 45 Muhammad Syukur menyampaikan pada acara perpisahan dan pelepasan siswa/i tahun 2023/2024 di SDN 45 Bengkalis sebanyak 41 orang.

"Ucapan kami hingga tak terhingga kepada seluruh panitia yang sudah bertungkus lumus untuk menyukseskan serta menyiapkan acara ini,"ujarnya.

Dia mengutarakan, sedikit tentang dunia pendidikan, bahwa kami sebagai guru ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab serta kewajiban sebagai guru yaitu mendidik dan mengajar anak anak.

"Dengan berubahnya zaman dan aturan, sehingga pendidikan semakin menipis dan sekarang sudah terjadi, banyak anak masih terbata bata seperti membaca, sehingga anak tetap dinaikkan kelas. Hanya saja untuk mendidik anak itu memang tidak mudah seperti membalik telapak tangan,"ucap M Syukur.

"Sekarang ini, yang kami alami, seperti sebelum anak anak dipukul, itu anak udah menangis dan mengadu ke orang tua sehingga orang tua datang ke sekolah menyebabkan guru guru agak mengalami trauma. Karena adanya HAM. Mari titipkan anak ke guru dengan ikhlas agar guru dapat mendidik anak demi masa depannya,"ungkapnya lagi.

"Kami selaku kepala sekolah, mari kita mengenang 6 tahun yang lalu, saat orang tua mengantar anaknya agar di didik dan untuk diberikan pelajaran kepadanya. Tentu dengan rentang waktu 6 tahun ini bukan waktu yang sebentar. Kami sebagai guru tak luput dari kesalahan dan kesilapan, maka permohonan maaf dari kami atas kesalahan dan perlakukan selama mengajar kepada anak anak dan semua wali murid,"pungkasnya.

Hadir pada acata tersebut, selain para guru, juga dihadiri Ketua Komite, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis, Kades Kelapapati dan para orang tua wali murid.

 

 

 

 

 

 

 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak