Awalnya, jet tersebut terbang dari dari Bandara Internasional Langkawi di Kedah menuju Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang, Selangor.
Baca Juga: Idola K-Pop Carmen Berbagi Sorotan dengan Prabowo dan Lee Jae-myung dalam Momen Korea-Indonesia
Namun, pesawat itu mengalami kecelakaan sesaat sebelum mendarat, tak lama setelah mereka kontak dengan Menara Pengendali Lalu Lintas Udara Subang pada 14.47 waktu setempat.
"Dan izin pendaratan pada 14.48 waktu setempat," demikian pernyataan resmi CAAM, seperti dikutip CNN.
Pada pukul 14.51, Menara Kontrol Lalu Lintas Udara kemudian mengidentifikasi ada asap dari lokasi kecelakaan.
"Namun, tak ada panggilan dari pesawat," demikian kutipan pernyataan mereka.
Menurut saksi mata, pesawat terbang tak menentu. Saat hendak mendarat, jet menabrak sepeda motor dan mobil. Imbas tabrakan ini dua orang meninggal.
Baca Juga: PBB Menyatakan Tank Israel dan Bom Pinggir jalan Hizbullah yang Menewaskan Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia
Penumpang dan kru dalam pesawat yang berjumlah delapan orang juga tewas. Dengan demikian, total orang yang meninggal karena kecelakaan ini menjadi 10 orang.
Para korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah untuk proses identifikasi.
Pihak Malaysia menyatakan tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan. Selain itu, mereka juga meminta semua jet Beechcraft Model 390 di Negeri Jiran diselidiki.
(***)