Pakar China ini Sebut Rudal ICBM Korut Bisa Hantam Amerika dalam Waktu 33 Menit Saja 

R24/zura
Pakar China ini Sebut Rudal ICBM Korut Bisa Hantam Amerika dalam Waktu 33 Menit Saja. (CNNIndonesia/Foto)
Pakar China ini Sebut Rudal ICBM Korut Bisa Hantam Amerika dalam Waktu 33 Menit Saja. (CNNIndonesia/Foto)

RIAU24.COM - Tim pakar pertahanan China menyebutkan bahwa rudal balistik Korea Utara Antar Benua (Internastional Balistic Missile/ICBM) bisa menghantam Amerika Serikat (AS) hanya dalam waktu 33 menit usai diluncurkan. 

Mereka melakukan simulasi rudal ICBM, Hwasong-15 menyerang Missouri AS dari Provinsi Selatan Pyongan, Korut. 

Baca Juga: Serangan Bunuh Diri yang Diduga Terjadi di Sebuah Masjid di Maiduguri, Nigeria Tewaskan Sedikitnya 7 Orang  

Hasilnya, rudal bisa menghantam AS dalam 1.9997 detik atau sekitar 33 menit dengan catatan sistem pertahanan rudal AS gagal mencegatnya. 

Simulasi itu tertuang dlam jurnal Teknologi Pertahanan Modern yang dirilis pada 15 Februari menggunakan bahasa China. 

Pemimpin tim penelitian ini, Tang Yuyan mengatakan Hawasong-15 adalah rudal yang mampu menjangkau hingga 13.000 kilometer. 

"Cukup untuk menghantam seluruh wilayah AS," kata Tang, dikutip South China Morning Post. 

Dalam penelitian itu, markas besar pertahanan rudal AS baru menerima peringatan sekitar 20 detik kemudian. 

Batch pertama rudal pencegat akan lepas landas dalam waktu 11 menit dari Fort Greely di Alaska. 

Jika hal tersebut gagal, gelombang pencegat lain akan diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California. 

Baca Juga: Ketika Gurun Berubah Menjadi Putih: Hujan Salju di Arab Saudi Adalah Tanda Bahaya Iklim  

Di sisi lain, penelitian itu menunjukkan jaringan pertahanan rudal AS yang punya celah dalam sistem rantai pembunuhan atau kill chain dalam mengidentifikasi dan bertahan dari serangan lawan. 

Menurut perhitungan mereka, jika Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal yang membawa lebih dari 40 hulu ledak atau umpan, sistem pertahanan rudal AS akan kewalahan. 
 
Belakangan ini, Korea Utara juga sedang mengembangkan hulu ledak luncur hipersonik yang dapat mengubah arah di Atmosfer. 

(***)
 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak