RIAU24.COM - Tak ada yang mengira seorang Komandan Detasemen Brimob ditodong senapan AR 15 oleh anak buahnya sendiri.
Saat itu juga sang komandan berpangkat Ajun Komisaris Polisi itu pucat dikutip dari sindonews.com.
Prajurit penodong itu adalah Hartino, satu-satunya perwira yang lolos dalam ujian Ranger angkatan I tahun 1959 yang tapi tidak bisa menjadi perwira tinggi.
Baca Juga: Langkah Awal Ekspansi Global: Pegadaian Timor Leste Catatkan Kinerja Gemilang
Cerita bermula ketika kedua prajurit ini diterjunkan dalam misi infiltrasi ke Irian Barat / Papua pada tahun 1962.
Saat bertemu Hartino mengacungkan senapan AR 15 dan melepas pengamannya untuk membidik Komandan Detasemen Brimob demi membela prajurit Ranger atau Resimen Pelopor.
Hartino beralasan sang komandan belum berhak menggunakan nama Pelopor karena belum melaksanakan ujian kualifikasi Pelopor.
Baca Juga: Dari Ambisi 3 Periode sampai Dinasti Politik, Eks Penasihat Spiritual Jokowi Bicara Blak-blakan
Ketegangan mengendur lantaran Hartino ditenangkan oleh para Bintara komandan tim.
Setelah peristiwa itu, sang Komandan Detasemen diganti oleh perwira muda Anton Soedjarwo. Sementara Hartino dipindahkan ke Sulawesi.