RIAU24.COM - Para peneliti dari Universitas Tsinghua, Institut Teknologi Lanjutan Shenzhen di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan Institut Penelitian Logam di bawah CAS, dan Universitas Manchester, baru-baru ini menemukan cara mengekstrak limbah elektronik menjadi emas.
Mereka melakukannya dengan penggunaan oksida grafena atau graphene dikutip dari okezone.com.
Hasilnya akan dapat mengekstraksi emas dari limbah elektronik secara efisiensi tinggi.
Baca Juga: AWS Menghadapi Gangguan, Beberapa Platform Game Online Terpengaruh
Tahukah jika sebagai penghantar listrik yang baik, emas banyak digunakan dalam berbagai produk elektronik, sehingga pemulihan sumber daya emas dari limbah elektronik sangat penting.
Meskipun seperti itu tetap sulit untuk mencapai kapasitas ekstraksi yang tinggi dan pemilihan yang tepat jika emas yang dicampur dengan elemen logam lainnya jumlahnya sedikit.
Tak hanya itu, para peneliti juga mengembangkan sebuah metode adsorpsi emas berdasarkan film atau selaput tipis grafena.
Temuan ini kata mereka cocok untuk produksi skala besar dan dapat secara efisien serta terus menerus memulihkan sumber daya emas dari limbah elektronik.
Baca Juga: Alasan Tangan Bionik Canggih Gagal, dan Berikut Cara AI Memperbaiki Masalah Tersebut
Metode ini menggunakan oksida grafena komersial sebagai bahan baku berbiaya rendah.
Temuan ini dapat memberikan solusi baru untuk pengembangan berkelanjutan dari sumber daya emas dan daur ulang limbah elektronik.