RIAU24.COM - Sebelum Indonesia merdeka, sejumlah kerajaan tersebar di berbagai wilayah. Tak terkecuali yang dijadikan sebagai pusat kerajaan.
Salah satunya adalah Kediri di Provinsi Jawa Timur yang merupakan pusat kerajaan dari Kerajaan Kediri.
Kerajaan Kediri merupakan kerajaan bercorak Hindu yang eksis pada abad ke-12 dikutip dari okezone.com.
Baca Juga: Langkah Awal Ekspansi Global: Pegadaian Timor Leste Catatkan Kinerja Gemilang
Pada 1041 masehi, kerajaan ini dibagi menjadi dua bagian oleh Raja Airlangga. Dua bagian kerajaan itu diberi nama Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu.
Yang kedua adalah Palembang bernama Kerajaan Sriwijaya. Kain songket merupakan salah satu peninggalan dari kerajaan ini.
Dulu kain ini sering digunakan dalam acara khusus adat kerajaan bercorak Islam tersebut.
Pusat kerajaan Sriwijaya diduga kuat berada di Kota Palembang pada masa kejayaan abad ke-7 hingga 9.
Hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti dan juga situs Sriwijaya yang ditemukan di sekitar Palembang.
Adapun beberapa prasasti tersebut merupakan Prasasti Boom Baru, Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuo, Prasasti Telaga Batu, dan Prasasti Pendek di Bukit Siguntang.
Yang berikutnya adalah Mojokerto. Kota ini merupakan pusat kerajaan pertama dari Kerajaan Majapahit.
Kala itu, Kerajaan Majapahit berada dalam kepemimpinan Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardhana.
Baca Juga: Dari Ambisi 3 Periode sampai Dinasti Politik, Eks Penasihat Spiritual Jokowi Bicara Blak-blakan
Kala itu kerajaan ini sempat mengalami tiga kali perpindahan pusat pemerintahan.
Karena itu, ada kota lain selain Mojokerto yang sempat menjadi pusat Kerajaan Majapahit, yaitu Trowulan dan Kediri.