RIAU24.COM - Perkembangan industri alutsista Indonesia kian tahun makin kelihatan progresnya. Hal ini tidak terlepas dari usaha pemerintah ingin menggenjot industri tersebut. Alhasil, tiap tahunnya selalu ada alutsista jenis baru yang kecanggihannya tak kalah dengan luar negeri.
Seperti sniper baru buatan PT Pindad ini, bernama SPR 2 dan ternyata namanya bahkan sudah sampai ke Jordania. Uniknya, senjata ini ternyata punya spesifikasi yang tak kalah dengan buatan luar negeri loh. Nah biar nggak penasaran, simak ulasannya berikut ini.
Baca Juga: Tahukan Anda, Letusan Super Gunung Toba Pemicu Migrasi Manusia Keluar Afrika
Perkembangan alutsista buatan Indonesia bisa dibilang tidak kalah dengan negara lainnya. Buktinya, senapan SPR 2 besutan PT Pindad ini menarik perhatian banyak orang ketika ditampilkan dalam eksbisi senjata di Jordania. Bagaimana tidak, SPR 2 ini ternyata punya kemampuan untuk melesatkan pelurunya hingga menembus kendaraan baca milik musuh.
Dilansir dari laman Detik, kemampuan luar biasa ini diperoleh karena menggunakan amunisi dengan kaliber 12,7 x 99 mm yang dikenal tangguh dalam menembus baja. Oleh sebab itu, jangankan untuk melawan tentara lawan secara langsung, buat mengincar mereka yang bersembunyi di balik kendaraan pun bisa dilakukan.
Karena masih dalam kategori senjata jenis sniper, tentunya jangkuan jarak tembak SPR 2 haruslah jauh. Dan benar, senjata ini rupanya bisa menembak sasaran bahkan yang berada dalam jarak 2 km jauhnya. Pelurunya pun dapat melesat dengan kecepatan 900 meter per detik dan dipastikan musuh tak akan sempat untuk berkutik.
Satu hal lagi yang membuat akurasi dari senjata buatan Pindad ini sangat bagus adalah karena teknologi rifling yang dimilikinya, yaitu menggunakan delapan grooves RH 381 mm (15″) twist. Alhasil meskipun punya target yang jauh, namun tetap bisa kena sasaran dan minim kemungkinan untuk meleset.
Baca Juga: Ingin Liburan ke Luar Negeri? Ini 4 Jenis Visa yang Perlu Diketahui
Layaknya sniper jenis lainnya, sebagai senjata jarak jauh tentunya harus dilengkapi dengan peredam suara. SPR 2 rupanya juga dilengkapi dengan teknologi tersebut, yaitu dengan adanya alat peredam suara yang dapat menahan kebisingan sampai 20-30 desibel.
Dengan satu magasennya yang dapat memuat lima peluru, tentunya dapat membuat SPR 2 benar-benar jadi pembunuh dalam keheningan. Dimensi dari sniper ini juga lumayan menarik, dengan 1.755 mm dan berat 19,5 kilogram, membuat SPR 2 dapat dibawa dengan mudah dan disembunyikan ketika mengincar musuh. Dengan spesifikasi seperti itu sih wajar banyak negara akan tertarik denganya ya.
Tidak sendiri, ternyata SPR 2 ini punya dua varian yang berbeda. Ya, ada lagi SPR 3 dan SPR 4 yang spesifikasinya hampir mirip, namun diperuntukan untuk tujuan yang berbeda. Misalnya, kalau SPR 2 digunakan untuk menembak target dengan jarak 2 km, SPR 3 untuk jarak 1 km dan SPR 4 untuk 1,5 km.
Namun untuk segi bobot, SPR 3 disebut paling ringan dengan 6.94 kg, SPR 4 8,1 kg, sedangkan SPR 2 19,5 kg. Kembali lagi, memang masing-masing senjata ini punya kelebihan dan kekurangannya sendiri dan digunakan untuk keadaan-keadaan yang berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti, kalau sniper buatan Pindad ini terbukti jadi senjata yang dapat diandalkan.
Dengan adanya varian sniper buatan Indonesia, menjadi bukti kalau negara kita tak ketinggalan. Bagaimana tidak, sebuah senjata jarak jauh yang dapat membunuh dalam sunyi pun dapat diciptakan anak bangsa. Tak menutup kemungkinan kelak kita bisa bersaing dengan negara maju lainnya dalam pembuatan alutsista.
Tahukah Anda, Inilah Sniper Canggih Buatan Indonesia yang Namanya Sudah Sampai Ke Jordania
Foto : Internet
Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.
Sabtu, 04 April 2026
Pemerintah Diharapkan Sudah Berpikir Panjang Tunjuk Pertamina Tanggung Subsidi BBM
Sabtu, 04 April 2026
Dampak Kenaikkan Plastik Disinyalir akan Lebih Berbahaya dari BBM
Sabtu, 04 April 2026
Usulan Pantau ASN yang WFH
Sabtu, 04 April 2026
Belanja Pegawai Tembus 38 Persen, Pemkab Siak Dorong Transformasi Ekonomi Kampung
Sabtu, 04 April 2026
Apresiasi untuk Polri, Pengurus Gereja Puji Pengamanan Ibadah di Tualang
Sabtu, 04 April 2026
Prabowo Tak Naikkan Harga Minyak, Jokowi: Berani
Sabtu, 04 April 2026