Cerita Menarik Dibalik Ketupat Lebaran di Indonesia

R24/azhar
Ilustrasi ketupat. Sumber: Internet
Ilustrasi ketupat. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Hingga saat ini ketupat masih menjadi makanan wajib saat lebaran Idulfitri.

Berbicara mengenai ketupat, ada cerita menarik dibalik kehadirannya di Tanah Air.

Yang pertama ketupat merupakan tradisi dari Sunan Kalijaga dikutip dari detik.com.

Baca Juga: Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School

Dalam berbagai literatur disebutnya, tradisi ketupat dan opor ayam terjadi sejak ratusan tahun yang lalu, salah satunya yang mengenalkan adalah Sunan Kalijaga saat memimpin Kerajaan Demak.

Sunan Kalijaga menggunakan budaya dan tradisi lokal untuk mengenalkan agama Islam agar mudah diterima, termasuk kuliner lokal, yaitu ketupat dan opor ayam.

Ketupat khas Lebaran juga sarat akan filosofi Jawa. Pertama, daun kelapa muda atau janur.

Dalam bahasa Jawa, janur merupakan akronim dari 'Janna Nur' yang berarti cahaya surga. Akronim lain dari janur yaitu 'Jatining Nur' yang artinya hati nurani.

Ketupat atau kupat merupakan akronim dari Ngaku Lepat yang berarti mengakui kesalahan. Saat lebaran, diharapkan umat Islam bisa mengakui kesalahan yang telah dilakukannya dan memaafkan kesalahan orang lain.

Baca Juga: Kementerian Keuangan Pindahkan 213 Staf ke Direktorat Pajak untuk Tingkatkan Kapasitas Penagihan

Hal ini juga senada dengan kebiasaan saling maaf-memaafkan saat lebaran.

Masih dalam bahasa Jawa, kupat juga diartikan sebagai Laku Papat yang berarti empat tindakan.

Yakni Lebaran artinya selesai menjalani ibadah puasa dan boleh untuk menikmati hidangan makanan saat siang hari.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak