RIAU24.COM - Bagi suku Banyankole di Uganda Barat Daya, seorang bibi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pengantin pria 'kuat' dan sepadan untuk melayani pengantin wanita yang telah mempertahankan keperawanannya sejak lama.
Bahkan, di beberapa daerah suku itu tinggal, sang bibi ikut menghadiri malam pertama untuk menyaksikan pengantin baru berhubungan seks.
Meskipun praktik kuno ini terdengar aneh, tradisi ini menunjukkan betapa masyarakat Banyankole, khususnya suku Bahima, sangat menjunjung tinggi keperawanan.
Begitu seorang gadis Banyankole berusia delapan tahun, dia melewati banyak batasan untuk mempersiapkannya menikah.
Ketika anak-anak lain seusianya di budaya lain sedang bersenang-senang dan bermain, seorang gadis di bagian Uganda ini kebanyakan dikurung di dalam ruangan.
Mereka akan diberi makan daging sapi dan bubur millet juga dipaksa minum susu dalam jumlah besar sehingga menjadi gemuk.
Menjadi gemuk sendiri sangat identik dengan kecantikan di kalangan Banyankole.
Tugas seorang ayah Banyankole adalah untuk mencarikan istri bagi putranya.
Junjung Tinggi Keperawanan, Para Bibi Diijinkan Untuk Tonton Malam Pertama
ilustrasi
Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.
Kamis, 14 Mei 2026
DPR Bicara Kondisi Rakyat Jika Prabowo Pindahkan Ibu Kota ke IKN
Kamis, 14 Mei 2026
Jemaah Haji Asal Bengkalis Kloter BTH 09 Wafat di Kota Mekah
Kamis, 14 Mei 2026
Pemda Diminta Tak Asal Contek Konsep Smart City
Kamis, 14 Mei 2026
Pertumbuhan Ekonomi Siak Lampaui Riau, Wabup Tetap Soroti Sejumlah Tantangan
Kamis, 14 Mei 2026