Menyusup ke Timor Timur, Mantan Kepala BIN Sutiyoso Menyamar Jadi Kapten Manix Atas Perintah Jenderal LB Moerdani

R24/riki
Menyusup ke Timor Timur, Mantan Kepala BIN Sutiyoso Menyamar Jadi Kapten Manix Atas Perintah Jenderal LB Moerdani (foto/int)
Menyusup ke Timor Timur, Mantan Kepala BIN Sutiyoso Menyamar Jadi Kapten Manix Atas Perintah Jenderal LB Moerdani (foto/int)

RIAU24.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso memang tak diragukan lagi kiprahnya di militer khususnya dalam misi intelijen. Bahkan kisah yang dituliskan, namun yang paling fenomenal yaitu Sutiyoso yang menyamar sebagai Kapten Manix.

Foto Sutiyoso menyamar sebagai Kapten Manix pernah diunggah akun instagram fans @h_sutiyoso. Dalam foto yang diunggah itu disebutkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sedang menyamar sebagai Kapten Manix.

Dengan ciri-ciri seperti gaya orang Timor Timur kala itu. Pakai topi koboy dan celana jeans. Tampak jauh berbeda jika Sutiyoso mengenakan seragam Kopassus.

Baca Juga: Tahukan Anda, Letusan Super Gunung Toba Pemicu Migrasi Manusia Keluar Afrika 

Dirangkum dari berbagai sumber, awal mula Sutiyoso menyamar jadi Kapten Manix itu berdasarkan perintah Jenderal Benny Moerdani dalam misi intelijen. Sutiyoso yang kala itu berpangkat Kapten dipanggil Ketua G-1/Intelijen Hankam Mayjen TNI LB Moerdani dan memerintahakn menjalankan operasi rahasia ke perbatasan Timor Portugis atau Timor-Timor (Timtim).

Sutiyoso ketika itu menjabat Kepala Seksi Intelijen Grup II Kopassandha sekarang Kopassus diperintahkan mencari titik-titik yang bisa jadi pintu masuk untuk operasi selanjutnya yaitu Operasi Flamboyan ke Timtim yang saat ini disebut Timor Leste.

Baca Juga: Ingin Liburan ke Luar Negeri? Ini 4 Jenis Visa yang Perlu Diketahui

Sutiyoso lalu berangkat ke Atambua, wilayah di perbatasan Timor Timor. Sutiyoso sendirian menyamar sebagai warga sipil, berbekal pistol kecil dan teropong. Selama misi Sutiyoso memalsukan identitas pernah jadi kuli angkut, hingga mahasiswa.

Dilansir dari Voi, operasi rahasia Sutiyoso berlangsung di tahun 1975, Kopassus mengirim tiga regu yang kemudian dikenal sebagai "The Blue Jeans Soldiers." Tiga tim diberi sandi Susi, Umi, dan Tuti.

Atas intruksi LB Moerdany, maka Sutiyoso dan tim lain mencari nama samaran mirip warga lokal. Sutiyoso memilih nama Manik, dimodifikasi menjadi "Manix." Dari situlah Sutiyoso kemudian dikenal dengan julukan "Kapten Manix."

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak