RIAU24.COM - Gunung berapi paling volatil di Indonesia telah meletus di pulau Jawa yang berpenduduk padat, memuntahkan asap dan abu tinggi ke udara dan mengirimkan aliran lava dan gas menuruni lerengnya.
Gunung Merapi mengeluarkan awan abu panas setidaknya tujuh kali pada hari Minggu, serta serangkaian aliran piroklastik yang bergerak cepat – campuran batu, puing, lava, dan gas – kata Hanik Humaida, yang mengepalai Vulkanologi dan Geologi Kota Yogyakarta Pusat Mitigasi Bahaya.
Baca Juga: Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School
Suara gemuruh bisa terdengar beberapa kilometer jauhnya. Tidak ada korban yang dilaporkan.
Gunung tersebut telah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa pekan terakhir, dengan kubah lava yang tumbuh dengan cepat sebelum sebagian runtuh pada hari Minggu, mengirimkan batu dan abu mengalir ke sisi barat daya gunung berapi, Humaida menambahkan.
Abu dari letusan menyelimuti beberapa desa dan kota-kota terdekat, katanya.
Penduduk desa yang tinggal di lereng subur Merapi disarankan untuk tinggal 5 km (3,1 mil) dari mulut kawah dan harus waspada terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh lahar, kata Badan Penelitian Geologi dan Vulkanologi Indonesia.
Gunung Merapi adalah yang paling aktif dari lebih dari 120 gunung berapi aktif di Indonesia dan telah berulang kali meletus dengan awan lava dan gas baru-baru ini.
Letusan besar terakhir Merapi pada tahun 2010 menewaskan sekitar 350 orang.
Puncak 2.968 m (9.737 kaki) berada di dekat Yogyakarta, sebuah kota kuno berpenduduk beberapa ratus ribu orang yang tertanam di area metro yang luas. Kota ini juga merupakan pusat budaya Jawa dan pusat dinasti kerajaan sejak berabad-abad yang lalu.
Letusan terbaru ini mengirimkan abu panas 1.000 m (3.280 kaki) ke langit, dan awan gas yang membakar melakukan perjalanan hingga 3 km (1,8 mil) menuruni lerengnya beberapa kali, kata badan geologi negara itu di situs webnya.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Pindahkan 213 Staf ke Direktorat Pajak untuk Tingkatkan Kapasitas Penagihan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tidak menaikkan status waspada Merapi yang sudah berada di level tertinggi kedua dari empat level sejak mulai meletus November lalu.
Indonesia, negara kepulauan berpenduduk 270 juta orang, rentan terhadap gempa bumi dan aktivitas vulkanik karena terletak di sepanjang “Cincin Api” Pasifik, serangkaian garis patahan seismik berbentuk tapal kuda di sekitar lautan.
Gunung Merapi Meletus di Pulau Jawa
Foto : Aljazeera
Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.
Minggu, 05 April 2026
Polisi Razia di THM 7 Orang Positif Narkoba
Minggu, 05 April 2026
Soal Kelangkaan BBM di Bengkalis Tuai Sorotan Dari Komisi II dan Aktifis P-KPK
Sabtu, 04 April 2026
Pemerintah Diharapkan Sudah Berpikir Panjang Tunjuk Pertamina Tanggung Subsidi BBM
Sabtu, 04 April 2026
Dampak Kenaikkan Plastik Disinyalir akan Lebih Berbahaya dari BBM
Sabtu, 04 April 2026
Usulan Pantau ASN yang WFH
Sabtu, 04 April 2026
Belanja Pegawai Tembus 38 Persen, Pemkab Siak Dorong Transformasi Ekonomi Kampung
Sabtu, 04 April 2026
Apresiasi untuk Polri, Pengurus Gereja Puji Pengamanan Ibadah di Tualang
Sabtu, 04 April 2026