RIAU24.COM - Wakil gubernur Inggris untuk Jawa yang sedang menduduki Pulau Jawa, Raffles mendengar kabar tentang candi besar yang tersembunyi dalam hutan belantara tropis.
Kejadian yang terjadi tahun 1814 itu ditulis dalam buku yang berjudul Borobudur dikutip dari okezone.com.
Mendengar kabar itu dia risau kemudian mengutus insinyur Belanda, HC Cornelius, untuk melakukan survei.
Baca Juga: Sempat Tuai Kontroversi, Pinkan Mambo Akhirnya Diangkat Ivan Gunawan Dari Jalan ke Panggung
Selama 2 bulan Cornelius beserta ratusan pekerja menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di bukit Borobudur dan membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi.
Beberapa ahli mengatakan kondisi ini terjadi lantaran Borobudur yang terletak di Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu terpendam karena letusan Merapi.
Hal tersebut berdasarkan prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi,
Sehingga diasumsikan Candi Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.
Lantaran ketakutan dengan ancaman longsor, Cornelius tidak dapat menggali dan membersihkan semua lorong.
Baca Juga: Idris Laena: Mencerdaskan Bangsa, Membangun Peradaban dari Alexandria Islamic School
Ia melaporkan penemuannya kepada Raffles termasuk menyerahkan berbagai gambar sketsa candi Borobudur.
Barulah seorang pejabat pemerintah Hindia Belanda di Karesidenan Kedu, Hartmann meneruskan kerja Cornelius dan pada 1835 akhirnya seluruh bagian bangunan telah tergali dan terlihat.