Di Bulan Ramadhan, Pejuang Indonesia dan Tentara Belanda Dipancung Pasukan Jepang

R24/azhar
Ilustrasi tahanan Jepang. Foto: Notif.ID
Ilustrasi tahanan Jepang. Foto: Notif.ID

RIAU24.COM - Tokoh pergerakan Merah Putih di Bungku dan Salabangka di Sulawesi seperti Haji Hasan dan Abdullah Macan, serta kawan-kawannya dipenggal pasukan Jepang.

Pelaksanaanya digelar pada September 1942 atau bertepatan di Bulan Ramadhan dikutip dari historia.id, Sabtu, 8 Mei 2021.

Jumlahnya mencapai 21 orang tokoh-tokoh pergerakan Merah Putih. Tak hanya itu tentara Belanda yang berhasil ditangkap pasukan Jepang juga ikut di penggal.

Baca Juga: Ngeri, Begini Kesaksian Korban Selamat Lompat dari Bus ALS yang Terbakar di Sumsel

Memasuki akhir Bulan Ramadhan, delapan orang lainnya juga dipancung Jepang di muka umum.

Pembunuhan besar-besaran itu akibat fitnah bekas Bestuur Asisten Belanda di Poso bernama Marouw.

Baca Juga: Makin Memanas, Dolar AS Tembus Rp 17.400!

Mereka dituduh mata-mata musuh (Sekutu), kaki tangan pemerintah Hindia Belanda.

Padahal mereka adalah pejuang-pejuang yang ingin memerdekakan bangsa dan wilayahnya dari penjajahan Belanda.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Riau24. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak