Kondisi Aisyah yang memilukan membuat netizen menangis. Terlahir dengan sindrom Pfeiffer, Aisyah memiliki kondisi cacat lahir yang menyebabkan bentuk kepala dan wajahnya tidak normal. Dengan ukuran kepala yang besar serta kedua bola matanya yang hampir keluar, Aisyah terlihat sangat kesakitan.
Baca Juga: Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Terapi Gen Dunia, Kepala BPOM: Saatnya Jadi Pemain Utama
Diketahui, cairan di kepala Aisyah pertama kali bocor pada 18 Februari 2021. Keluarganya pun membawa sang bayi malang ke IGD Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung. Namun dokter disana angkat tangan dengan kondisi Aisyah.

Keesokan harinya, rumah sakit memulangkan Aisyah kembali ke Subang, namun cairan dikepalanya semakin bertambah.
Beberapa hari di rumah, cairan di kepala Aisyah kembali bocor dan hanya ditangani oleh petugas kesehatan di desa tempat Aisyah tinggal. Namun pada Minggu, 28 Februari 2021, karena cairan dikepalanya yang semakin bertambah, Aisyah mengalami kejang dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Keluarga pun akhirnya memutuskan untuk membawa Aisyah ke Siloam Hospitals Purwakarta. Namun karena ruang PICU di rumah sakit tersebut tidak ada yang kosong, Aisyah dilarikan ke RSCM dan ditangani oleh dokter bedah.
Netizen yang sedih dengan kondisi Aisyah, memberi dukungan kepada sang bunda.
Seperti yang ditulis oleh, @ssi rheny, " Angkatlah penyakitnya ya Allah,"
Netizen yang lain menulis, "ya Allah sehatkanlah adk aisyah ini ya Allah."
Baca Juga: Jangan Sepelekan Jika Dada Terasa Terbakar, Bisa Jadi Tanda 10 Penyakit Ini
Kondisi Aisyah sebenarnya sudah terlihat sejak ia berusia 6 bulan di dalam kandungan. Dan ketika lahir, Aisyah divonis dokter mengidap Sindrom Pfeiffer. Sindrom ini merupakan kondisi langka yang hanya terjadi pada 1 diantara 100.000 bayi. Selain mempengaruhi bentuk kepala, kondisi ini juga bisa mempengaruhi bentuk jari tangan dan kaki bayi. Sindrom Pfeiffer terjadi ketika tulang-tulang tengkorak menyatu sebelum waktunya, yakni sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Akibatnya, otak bayi tidak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang.
Pada kondisi normal, seharusnya tulang-tulang tengkorak bayi bersifat lunak agar otak memiliki kesempatan untuk berkembang. Setelah otak dan kepala terbentuk sempurna, tulang-tulang tengkorak akan menyatu, yaitu di sekitar usia 2 tahun.