RIAU24.COM - Banyak orang yang mengatakan jika leher sedang tegang dan sakit kepala merupakan tanda kolesterol tinggi. Tapi benarkah demikian? Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr. Ervina Hasti W seperti yang dilansir dari detik.com, Senin, 4 Maret 2019, mengatakan jika kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang spesifik.
Walau terkadang penderita kolesterol tinggi mengeluhkan beberapa hal seperti leher tegang, kram, kesemutan, sakit kepala, dan pegal pada tengkuk serta pundak.
Baca Juga: Inilah Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan saat Terkena Gas Air Mata
"Namun karena penyakit kolesterol tinggi biasanya tidak memiliki gejala apa pun, maka dari itu tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi kadar kolesterol darah," kata dr. Ervina.
dr. Ervina menjelaskan, kolesterol tinggi disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor genetik sebagai faktor di luar kendali dan faktor pola makan sebagai faktor yang dapat dikendalikan. Makanan yang tidak sehat seperti yang mengandung banyak lemak jenuh merupakan salah satu pencetus kolesterol tinggi.
Baca Juga: Dokter Harvard Ungkap 7 Makanan yang Sehat buat Usus, Cocok Dikonsumsi saat Diet!
"Selain itu, juga disebabkan oleh obesitas dan gaya hidup yang tidak sehat seperti jarang berolahraga, merokok, konsumsi alkohol," ujar dr. Ervina.
Selain itu, untuk mengontrol kadar kolesterol, dr. Ervina juga menyarankan untuk menerapkan beberapa pola hidup untuk menangkal kolesterol, yakni teratur periksa kolesterol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres.